Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Inspiratif (Foto: Youtube/PatriotNusantara)
Dream – Ada kisah menarik di balik pelantikan para perwira remaja TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri yang dilaksanakan di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa 13 Juli 2021. Perhatian tertuju pada sosok Sermatutar Always Giving Hamonangan Tiris dari Akademi Angkatan Laut (AAL).
Perwira remaja AAL ini adalah salah satu dari peraih Adhi Makayasa, atau anak didik terbaik bersama tiga rekannya Sermatutar Septian Haryono Pasaribu (AAD), Sermatutar Laode Abdul Muis (AAU), dan Brigadir Taruna (Brigtar) Hary Indradjati dari Akpol.
Always adalah satu dari 227 perwira remaja lulusan Akademi Militer (Akmil), 101 perwira muda lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 91 perwira remaja Akademi Angkatan Udara (AAU) serta 281 perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) yang hari itu dilantik presiden.
Selain kisah penuh perjuangan dibalik keberhasilan Sermatutar Always Giving Hamonangan Tiris meraih Adhi Makayasa dari matra AAL, sosok orang tuanya tak lepas dari perhatian.

Dilansir dari kanal YouTube PatriotNusantara Sermatutar Always Giving Hamonangan Tiris merupakan putra kedua dari Alex Tiris. Sosok Alex Tiris inilah yang mencuri perhatian warganet.
Perjuangan hidup Alex Tiris membuat siapa saja yang mengetahuinya merasa tersentuh. Di tahun 1979, Alex yang masih muda mencoba peruntungan dengan merantau ke Ibu Kota.
Sayangnya selama di ibu kota, Alex terjerumus dalam kehidupan keras dan buas. Hingga ia mulai depresi dan hilang ingatan. Ia bahkan sempat menjadi salah satu ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) yang terlantar.
Alex mendapat kesempatan untuk dirawat di sebuah gereja. Seiring berjalannya waktu, ia pun perlahan sembuh.
Dari sanalah perjalanan hidup Alex mulai berubah. Ia terlibat aktif dalam kegiatan Jumat lokal. Hingga bertemu dengan sang pujaan hati, Boru Panjaitan.
Hubungan Alex dan Boru pun semakin serius. Keduanya bahkan berniat untuk melangsungkan pernikahan.
Namun, orangtua Boru tidak merestui hubungan tersebut. Keluarga khawatir jika anaknya tak mendapatkan masa depan yang baik.
Alex terus berusaha meyakinkan orang tua Boru. Hingga Alex berhasil mendapat restu dan menggelar acara pernikahan cukup mewah di salah satu hotel.
Rupanya, pernikahan Alex dibiayai oleh seorang jemaat gereja yang secara sukarela membantunya karena merasa tersentuh dengan kisah hidup Alex.

Pernikahan Alex dengan Boru dikaruniai seorang putra bernama Aldrey Benhur Tiris tahun 1995. Tiga tahun kemudian, Alex mengajak keluarga kecilnya kembali ke tanah Papua pada awal tahun 1998.
Demi mencukupi kebutuhan keluarga, ia bekerja serabutan di kebun, pengepul besi tua, tukang bangunan, jasa angkut barang di pasar, hingga tukang ojek.
Sebagai misionaris, Alex berusaha hadir ke rumah sakit jiwa untuk membacakan doa. Bahkan memberi pelayanan doa ke sejumlah rumah sakit.

Alex pun mencoba bekerja sebagai tukang parkir. Setelah ia menerima tawaran dari salah seorang temannya. Sementara sang istri tercinta, Boru Panjaitan membantu membuka warung seadanya di rumah.
Dari sanalah Alex terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Anak-anaknya pun memiliki prestasi gemilang di sekolah.
Kini, putra sulungnya, Aldrey Benhur Tiris sudah lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-63 dan kini berpangkat Letda Marinir. Sementara sang adik, Always Giving Hamonangan Tiris juga mengikuti jejak karier kakaknya.
Bahkan Letda Laut (P) Always Giving Hamonangan Tiris mampu meraih penghargaan Adhi Makayasa 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya