Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
FGD Hari Santri Nasional (kemenag.go.id)
Dream - Sejumlah Organisasi Massa (Ormas) Islam menyatakan kesepakatan bersama untuk menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Kesepakatan ini diambil dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama pada Sabtu, 15 Agustus 2015 di Bogor.
Ormas tersebut antara lain Mathla'ul Anwar, Persatuan Ummat Islam (PUI), Al Washliyah dan Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI). FGD ini merupakan forum lanjutan setelah sebelumnya digelar dengan mengundang dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam forum sebelumnya, NU dan Muhammadiyah menyatakan bersepakat dengan gagasan tersebut. Sehingga, hingga saat ini terdapat enam ormas Islam yang mendukung gagasan ini.
" Hari Santri ini penting diakui pemerintah sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa kaum santri dalam membela tanah air," ujar utusan Mathla'ul Anwar, Muhammad Lili Nahriri, dikutip Dream dari kemenag.go.id, Selasa, 18 Agustus 2015.
Gagasan menjadikan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berangkat dari catatan sejarah berupa bergeloranya resolusi jihad yang digagas oleh KH Hasyim Asyari. Gagasan yang lahir pada 22 Oktober 1945 ini menjadi gerakan kaum santri untuk rela menumpahkan darah demi melawan penjajahan Belanda.
Gerakan ini pula menjadi perlawanan kaum santri, hingga pada akhirnya menewaskan Jenderal Mallaby pada 10 Nopember 1945. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya