Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IPhone 7. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Sebuah perusahaan di Tiongkok membuat aturan yang mencengangkan. Mereka akan memecat karyawannya yang ketahuan menggunakan iPhone 7.
Dilansir dari CCTV News, Rabu 20 Juli 2016, aturan ini dikeluarkan oleh pimpinan Bina Co. Ltd yang berbasis di Hangzhou. Tujuan, mereka ingin karyawan perusahaan ini mendukung ponsel buatan Tiongkok.
" Mulai dari sekarang, semua yang membeli iPhone, akan dipecat dan tidak akan dipekerjakan kembali. Biarkan Tiongkok mencintai produk buatan Tiongkok," berikut bunyi aturan yang dirilis tanggal 18 Juli 2016.
Aturan ini juga mendorong karyawannya untuk menukarkan handset iPhone lama mereka dengan produk Tiongkok. Perusahaan ini juga memberikan subsidi sebesar 1.000-2.500 yuan atau US$150-370) atau setara dengan Rp1,96 juta-Rp4,84 juta.
" Aturan ini juga mempertimbangkan risiko keamanan pada iPhone," kata seorang asisten manajer Bina, Zhang Miaolin.
Sekadar informasi, sempat berkembang isu bahwa ada risiko penyadapan dari produk iPhone.
Seorang karyawan yang tak disebutkan namanya ini mengatakan hanya iPhone 7 yang dilarang. Lagipula bagi karyawan yang ingin menukarnya dengan ponsel buatan Tiongkok, akan mendapatkan subsidi dari kantornya. " Itu hal yang baik," kata dia.
Namun, kebijakan ini menuai reaksi keras dari netizen. Para pengguna jejaring sosial Weibo, menghujat aturan ini.
" Saya memang tidak mendukung produk luar negeri, tapi patriotisme yang 'buta' ini sangat bodoh. Saya akan berhenti jika bekerja di perusahaam tersebut," kata netizen berakun @Jingmoliunianduolami.
" Yang seharusnya diboikot pertama kali adalah orang bodoh," tulis netizen berakun @Sy_bingzhang.
Menanggapi kritikan tajam ini, suatu perusahaan pengacara berbasis Zhejiang, Chen Sangtao, mengatakan perusahaan tersebut melanggar hukum ketenagakerjaan nasional jika memecat karyawan dengan cara ini.
Sementara itu, Kepala Institusi Kebijakan Publik Zhejiang Academy, Yang Jinhua, mengatakan perusahaan tersebut seharusnya bisa membuktikan ada penyadapan dari iPhone. Jika terbukti, mereka bisa mengajak karyawannya untuk memboikot produk ini.
" Jika tidak, mereka tidak bisa memaksakan aturan ini," kata Jianhua kepada Zhejiang Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya