Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Suap.
Dream – Sudah merupakan kewajiban dokter untuk melayani pasiennya yang datang ke kliniknya untuk berobat. Tapi, bagaimana jika ada pasien yang datang ke klinik untuk menarik kembali laporan kesehatan?
Terlebih jika ada uang sogokan yang disodorkan pasien?
Dilansir dari Mynewshub, Jumat 5 Mei 2017, seorang dokter di Malaysia, Ahmad Zakimi Abdullah, membagikan pengalamannya ketika ada pasangan suami istri yang mencoba menyogoknya.
Lewat tulisan berbahasa Melayu yang diunggah di akun Facebooknya, Ahmad bercerita ada seorang wanita yang ke klinik untuk berobat karena mengaku dipukul oleh suaminya dengan obeng.
Namun, beberapa hari kemudian, setelah mendapatkan perawatan dari dokter, wanita yang sama kembali datang ke klinik untuk meminta kembali laporan kesehatan pasien.
© Dream
“ Hari itu dokter membuat laporan kesehatan karena terluka akibat dipukul suami. Bolehkah saya menarik kembali laporan kesehatan itu sebab suami saya sekarang dimintai keterangan tentang kasus ini,” tanya sang wanita, begitu tulis Ahmad.
Dokter ini pun menolak menarik kembali laporan yang telah dibuat. Alasannya, Ahmad tidak mau menyalahi tugasnya sebagai dokter.
“ Eh, tidak boleh Bu. Itu laporan pemeriksaan saya terhadap Ibu sebagai pasien saya. Kalau saya tarik, itu menyalahi etika dokter,” kata dia.
© Dream
Yang lebih mengejutkan lagi, wanita itu menawarkan uang sebanyak 200 ringgit (Rp616.206) kepada dokter karena tidak mau suaminya dipenjara.
Ahmad yang bekerja di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur sadar wanita—dan suaminya, itu mencoba menyuapnya untuk menarik kembali laporan itu dengan uang yang lebih besar, yaitu 3,8 juta ringgit (Rp11,7 miliar).
Dia pun tetap menolak menerima uang panas itu. Alasannya, dia tidak ingin dipenjara dan menanggung dosa.
Mendengar penolakan dokter, pasangan itu berlalu meninggalkan dokter. “ Masa bertengkar, suami istri tidak ingat dosa dan hukum,” tulis Ahmad lagi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya