Pelaku Mutilasi Wanita Hamil di Tangerang Dibekuk

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 21 April 2016 11:50
Pelaku Mutilasi Wanita Hamil di Tangerang Dibekuk
Tersangka ditangkap saat berada di Rumah Makan Salero Bunda Surabaya.

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku mutilasi perempuan hamil di Cikupa, Tangerang. Tersangka beridentitas Kusmayadi ditangkap saat berada di Rumah Makan Salero Bundo yang terletak di Jalan Masrip Nomor 9-11 Karang Tilang, Surabaya.

Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Jatanras Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Herjawan mengatakan keberhasilan polisi mencokok Kusmayadi berkat bantuan dari masyarakat.

" Berdasarkan info masyarakat melalui hot Line, ada orang tidak dikenal dengan ciri-ciri seperti tersangka di daerah Surabaya," kata Herry melalui pesan singkat, Kamis, 22 April 2016.

Herry mengatakan Kusmayadi tak melakukan perlawanan saat ditangkap. Segera setelah itu, Kusmayadi diperiksa intensif di Polda Jawa Timur.

" Dia diperiksa di Subdirektorat Jatanras Polda Jawa Timur," ucap Herry.

Kusmayadi menjadi buronan polisi lantaran kabur setelah membunuh Nur Atikah, wanita yang tengah hamil. Pembunuhan itu dilakukan lantaran Nur Atikah meminta pertanggungjawaban Kusmayadi.

Polisi membutuhkan waktu seminggu untuk melakukan pelacakan dan pengejaran, sembari menghimpun informasi dari orang-orang terdekat tersangka.

Tim penyidik Jatanras sempat menanyai istri tersangka di Bogor. Tetapi, dia mengatakan sudah hampir sebulan Kusmayadi tidak pulang ke rumah.

Polisi juga sempat menelusuri jejak pelaku di Lampung Timur. Sebab, berdasarkan informasi, tersangka memiliki teman dekat wanita bernama Yeni. Tetapi, saat dimintai keterangan Yeni mengaku hanya sempat bertemu tersangka sebanyak dua kali dan tidak berkomunikasi lagi.

1 dari 2 halaman

Temuan Baru Pelaku Mutilasi Wanita Hamil di Tangerang

Dream - Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah wanita hamil korban mutilasi di Cikupa, Tangerang.

Hasil autopsi tersebut, mengindikasikan jika korban bernama Nur Atikah dimutilasi menggunakan alat yang mirip dengan gergaji.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabidokkes) Komisaris Besar Polisi Musyafak menjelaskan, indikasi pelaku menggunakan gergaji terlihat pada rapinya potongan tulang korban.

" Yang dipakai memotong lebih tepatnya seperti gergaji. Kenapa? Karena potongan tulangnya rapi. Tapi, perlu dibuktikan itu," kata Mustafak, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 19 April 2016.

Menurut dia, kemungkinan pelaku tidak menggunakan pisau biasa. Sebab, pisau biasa tidak dapat memotong otot manusia dengan potongan rapi.

" Kalau buat motong otot saja pisau enggak bisa. Mungkin itu nanti juga abis ditanya ke penyidik," ucap dia.

Selain itu, hasil sementara autopsi juga ditemukan luka memar di beberapa bagian tubuh korban. Luka memar terdapat di tangan dan bagian belakang kepala korban.

Menurut Kepala Unit II Subdit Umum, Ajun Komisaris Polisi Rovan pelaku kasus pembunuhan ini diduga berinisial AG. Indikasi ini muncul setelah pelaku mendapat keterangan dari saksi berinisal RI.

AG sempat meminta saksi RI untuk mencari karung dan gergaji. Bahkan, pelaku juga meminta RI untuk membantu membuang potongan kaki dan tangan korban.

Jenazah Nur Atikah ditemukan pada Rabu, 13 April 2016. Polisi menduga, Nur Atika telah meninggal sejak tiga hari sebelumnya.

Sehari setelahnya, penyidik menemukan potongan tangan dan kaki korban.

Polisi kemudian melakukan rekontruksi dan pengambilan sampel pada tubuh dan janin yang berusia tujuh bulan serta memeriksa saksi kunci. Adapun pelaku masih dalam pengejaran polisi.

2 dari 2 halaman

Ini Pelaku Mutilasi Wanita Hamil di Tangerang

Dream - Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kabupaten melakukan pengejaran lelaki berinisial AG yang diduga pelaku mutilasi wanita hamil di Cikupa, Tangerang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti mengatakan, penyidik sudah mendapatan keterangan kunci dari salah satu saksi yang menyebut AG, suami korban yang melakuan pembunuhan tersebut.

" Kami sudah dapat keterangan dari salah satu saksi kunci, anggota masih di lapangan, terduga pelaku atas nama AG, itu berdasarkan keterangan saksi kunci. Sekarang sedang kami kejar," katanya, Sabtu 16 April 2016.

Sementara, apakah AG sebagai suami korban apa bukan penyidik masih terus melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi kunci tersebut, pelaku memintanya untuk membuang potongan tubuh dan barang bukti bersama pelaku.

" Ini artinya ada keterangan yang signifikan terkait peristiwa terbunuhnya korban. Nanti setelah diungkap, baru kita ketahui perannya dengan korban," ujar Krishna.

Informasi tentang identitas korban akan diketahui dari keterangan saksi maupun identifikasi terhadap jati diri maupun ciri ciri korban.

Terkait hasil autopsi, korban dibunuh dengan dengan cara dipukul di bagian kepala. Setelah itu, tubuhnya dipotong potong, bayinya mati, kaki kanan kiri terpotong, tangan kanan kiri terpotong. " Jadi ada kekerasan sebelum dia meninggal dunia" .

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting