Menlu Retno Mengutuk Keputusan Donald Trump

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 7 Desember 2017 11:02
AS tidak menghormati berbagai resolusi UNSC untuk perdamaian di Timur Tengah.

Dream - Kementeri Luar Negeri (Kemlu) mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan itu bertentangan dengan upaya penciptaan perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan banyak pihak.

" Menlu Retno mengutuk keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan AS tidak menghormati berbagai resolusi UNSC untuk perdamaian di Timur Tengah," tulis akun Twitter resmi Kemlu @Portal_Kemlu_RI, Kamis, 7 Desember 2017.

Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi menegaskan posisi Indonesia dalam menanggapi kebijakan Trump itu. Retno menyatakan Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia berkomitmen kuat mendukung warga Palestina mendapatkan hak-haknya.

Retno mengkhawatirkan pengumuman pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebab, kata dia, dukungan Trump dapat membahayakan perdamaian.

" Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu akan sangat membahayakan proses perdamaian dan akan membahayakan perdamaian itu sendiri. Akan memancing instabilitas bukan hanya di Timur Tengah tetapi di wilayah-wilayah lain,” kata Retno.

 (ism)

2 dari 3 halaman
Beri Komentar
Sonia Wibisino & Reisa Broto Asmoro Bagi Tips Jaga Kesehatan Anak