Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Guci Berbentuk Kepala Angsa Berisi Cairan Misterius Ditemukan Di China. (Foto: Xinhua/Li Lijing)
Dream - Penemuan misterius menghebohkan warga kota di Provinsi Henan, China. Sebuah guci perunggu berusia 2.000 tahun ditemukan bersama isinya yang tak kalah misterius.
Guci berusia ribuan tahun itu berisi lebih dari 3.000 mililiter cairan aneh. Guci dengan leher melengkung berbentuk kepala angsa ini ditemukan di sebuah makam kuno di Kota Sanmenxia.
Di lokasi yang sama, tim arkeolog juga menemukan beberapa benda dari perunggu, seperti helm dan baskom. Selain itu, ada juga pedang besi dan batu giok.
Mengenai cairan aneh berwarna kekuningan di dalam guci itu, tim arkeolog telah mengirim sampelnya ke Beijing untuk penelitian lebih lanjut.
Tim arkeolog menduga cairan aneh itu adalah salah satu eliksir legendaris yang dirujuk dalam teks-teks kuno China.
Berdasarkan bentuknya, makam kuno tersebut kemungkinan dibangun pada pergantian Dinasti Qin (221 SM-207 SM) dan Dinasti Han (202 SM-220 M).
Penilaian awal, pemilik makam yang terbilang cukup mewah itu mungkin seorang pejabat rendahan yang memiliki gelar.
" Guci perunggu itu digali dari sebuah makam kuno ketika tim arkeolog sedang memeriksa lokasi proyek renovasi perkampungan kumuh setempat," jelas Zhu Xiaodong, wakil kepala di Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Sanmenxia.
Zhu menambahkan bahwa guci tersebut merupakan guci perunggu pertama dari jenisnya yang pernah ditemukan di Sanmenxia.
Sementara itu, tim arkeolog akan mengundang seorang dokter hewan untuk membantu mengidentifikasi guci yang berbentuk kepala angsa.
" Desainnya menyerupai angsa bisu. Paruh angsa itu lebih panjang daripada jenis angsa lainnya, yang mengalami degenerasi akibat diberi makan oleh manusia," jelas Gao Ruyi, dokter hewan di Sanmenxia.
Mengingat bentuk kepala angsa yang begitu realistis, tim arkeolog menduga perajin guci kuno itu mungkin telah mengamati angsa dengan saksama di masa lalu.
" Kami berani memperkirakan bahwa angsa mungkin telah muncul di Sanmenxia selama akhir Dinasti Qin dan awal Dinasti Han," kata Zhu.
Sejak 1980-an, Kota Sanmenxia sering kedatangan angsa dari Siberia pada musim dingin. Masyarakat setempat menyukainya dan dengan senang hati memberi mereka makan.
Kota Sanmenxia sendiri di antara Xi'an dan Luoyang, dua ibu kota kuno dalam sejarah China. Hal ini menjadikan Sanmenxia cocok difungsikan sebagai pusat militer dan lalu lintas.
Maka tidak heran posisi Kota Sanmenxia yang demikian itu membuatnya kaya akan peninggalan bersejarah.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya