Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alejandro Venegas Tetap Bekerja Sambil Terbaring Di Rumah Sakit. (Foto: Facebook Sandra A. Venegas)
Dream - Guru termasuk orang yang sangat berjasa kepada kita. Namun sejak pandemi Covid-19, banyak guru malah diremehkan murid-muridnya.
Padahal, dalam kondisi seperti sekarang, tugas guru menjadi lebih besar karena mereka harus lebih kreatif sebab mengajar secara online.
Hal itulah yang tergambar dalam postingan Sandra A. Venegas. Dia membagikan kisah ayahnya, Alejandro Venegas, yang merupakan seorang guru.
Dedikasi Alejandro sebagai seorang guru tidak perlu diragukan lagi. Pada 18 Desember lalu, Sandra yang berasal dari Texas, Amerika Serikat, menulis kisah mengharukan tentang ayahnya.
Sandra mengatakan ayahnya tetap bekerja meski sedang terbaring di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
" Ini ayah saya, Alejandro Navarro, sehari sebelum dia meninggal dunia. Dia khawatir tidak bisa menyelesaikan laporan nilai ujian akhir.

" Dia tahu akan dipindah ke ruang UGD, jadi dia sempatkan membawa laptop dan charger agar bisa memasukkan nilai murid-muridnya," tulis Sandra di Facebook.
Dia mengaku sangat menyesal karena tidak bisa menemani sang ayah di rumah sakit untuk terakhir kalinya.
Sandra mengatakan terakhir kali dia melihat ayahnya pada tanggal 14 Desember saat berada di rumah.
" Dia menghabiskan dua jam bersama saya di rumah untuk bekerja. Seandainya saya bisa menutup laptopnya dan menghabiskan waktu bersamanya waktu itu," lanjut Sandra.
Mengenai dedikasi sang ayah, Sandra mengatakan banyak yang tidak menyadari para guru harus bekerja ekstra di luar jam kerja mereka.
" Masih banyak para guru di luar sana yang gigih memberikan yang terbaik walaupun dunia sedang berhadapan dengan pandemi atau krisis kesehatan lainnya," kata Sandra.
Sandra kemudian mengajak orang-orang untuk menghormati guru, dan berbuat baik kepada mereka. Membuat para guru nyaman dalam bekerja.
Dia menyeru kepada mereka yang hidup bersama seorang guru agar memberi batasan sehingga para guru tidak terlalu keras dalam bekerja.
" Jika kamu hidup bersama seorang guru, pastikan mereka mempunyai waktu beristirahat bersama keluarga saat di luar jam kerja," tulis Sandra.
Bagi Sandra, guru boleh saja digantikan di sekolah. Tapi saat di rumah, sosok ayah sekaligus guru tidak bisa digantikan dengan apa pun.
Sandra kemudian mengklarifikasi bahwa ayahnya meninggal bukan karena Covid atau apapun yang terkait dengan virus corona.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya