Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)
Dream - Polisi menyatakan pembawa bendera yang dibakar pada Hari Santri Nasional di Garut, Uus Sukma, mengakui bendera yang dibawa merupakan lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
" Uus mengakui itu adalah bendera HTI setelah di interview oleh Banser NU yang mengamankan. Dia (Uus) bilang itu bendera HTI," kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto, di kantornya, Jakarta, Jumat 26 Oktober 2018.
Menurut Arif, Uus membeli bendera hitam bertulis kalimat Tauhid itu secara online. Uus, tambah Arif, juga mengetahui bahwa bendera yang dibelinya itu merupakan atribut yang sering digunakan di berbagai acara HTI.
" Uus membeli secara online di akun Facebook. Akun itu menyebut bendera itu adalah bendera HTI," ucap Arif.
Bendera itu kini menjadi polemik di masyarakat. Muncul opini yang menyebut bendera yang dibakar oleh anggota Banser itu merupakan bendera Tauhid. " Tetapi secara de facto, masyarakat mengetahui bendera itu adalah bendera HTI, dalam acara-acara HTI," ujar Arif.
Terkait motif membawa bendera HTI ke lokasi peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Uus mengaku hanya menyukai bendera tersebut. " Dia senang saja dengan bendera itu. Iya. Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) mengatakan, dia senang dengan bendera itu," kata Arief.
Aparat kepolisian telah menangkap Uus usai masalah pembakaran bendera itu beredar. Uus ditangkap di Bandung, Jawa Barat.
Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengatakan, menulis kalimat tayyibah atau Tauhid di benda-benda yang kemuliaannya tidak terjamin, tidak dianjurkan oleh mayoritas ulama di dunia.
" Mayoritas ulama dengan empat madzhab itu berpendapat menulis Alquran kalimat tayyibah di bendera, di tembok di pakaian di atap rumah itu makruh bahkan ada yang mengatakan itu haram," Said di kantor PBNU, Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Khawatir merendahkan kalimat tayyibah, kata Said, Khalifah Umar bin Abdul Aziz sempat menegur dengan keras ketika ada orang yang menulis kalimat itu di tembok.
" Lebih jelas lagi malah Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat ada orang yang menulis Alquran di tembok, ditempeleng oleh khalifah itu, padahal orangnya terkenal sangat santun," ucap dia.
Said menuturkan, selain di tempat yang disebutkan tadi, haram juga hukumnya membuat lukisan berlafaz Alquran.
" Begitu pula haram membuat lukisan bertuliskan Alquran, Asmaul Husna, karena nanti takut akan menjadi sampah. Akan menjadi khawatir tak bisa menghormati," ujar dia.
Said menegaskan, bukan hanya ormas yang dilarang saja seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
" Tidak ada ulama yang menganggap baik menulis kalimat tauhid, Alquran di bendera. Siapapun. Bukan hanya HTI," kata Said.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya