Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pengertian Kalimat Simpleks Dan Kompleks (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
Dream – Mempelajari tentang kalimat dalam bahasa Indonesia sangatlah beragam. Hal ini karena kalimat sendiri adalah bagian terpenting dalam sebuah tulisan. Dari kumpulan kata-kata yang disusun secara baik dan benar, maka itulah yang kemudian menjadi kalimat yang mampu dipahami oleh pembacanya.
Salah satu kalimat yang akan dibahas adalah kalimat simpleks dan kompleks. Sahabat Dream mungkin pernah mendengar atau bahkan mempelajarinya. Nah, kali ini kita akan mengingatnya kembali tentang apa itu kalimat simpleks dan kompleks beserta contoh kalimatnya.
Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang kalimat simpleks dan kompleks, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya, berikut sebagaimana telah dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

Sebelum membahas lebih dalam tentang kalimat simpleks dan kompleks, ada baiknya jika sahabat Dream mengetahui terlebih dahulu pengertian dari kalimat simpleks dan kompleks itu sendiri. Hal ini sekaligus juga bisa mengingatkan sahabat Dream kembali tentang pelajaran bahasa Indonesia di masa lalu tentang materi kalimat simpleks dan kompleks.
Kalimat simpleks disebut juga dengan kalimat tunggal, yakni kalimat yang hanya memiliki satu fungsi kalimat. Ini sesuai dengan sebutannya “ kalimat simpleks” yang memang simpel. Kalimat simpleks hanya memiliki satu klausa atau satu unsur predikat saja. Di dalam kalimat tersebut adalah beberapa fungsi sebagaimana yang sering sahabat Dream pelajari tentang kalimat, yakni berupa subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (pel).
Sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua klausa, yakni klausa utama (induk kalimat) dan klausa subordinatif (anak kalimat). Dalam struktur kalimatnya, klausa utama ini bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lepas, sedangkan klausa subordinatif tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri. Klausa subordinatif (anak kalimat) biasanya bergantung pada klausa utama (induk kalimat).
Setelah mengetahui apa itu kalimat simpleks dan kompleks, sahabat Dream juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri dari kedua kalimat tersebut. Dengan begitu, nantinya kamu bisa mendeteksi suatu teks dengan lebih mudah untuk menentukan mana yang termasuk kalimat simpleks dan mana yang kalimat kompleks. Berikut adalah beberapa ciri-cirinya:

Khusus untuk kalimat kompleks, hal ini terdiri dari dua jenis, yakni kalimat kompleks paraktaktik dan hipotaktik. Berikut adalah perbedaan keduanya yang perlu sahabat Dream perhatikan:
Kalimat kompleks parataktik adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan setara. Hubungan setara maksudanya adalah klausa-klausa tersebut sifatnya koordinatif. Di mana salah satu klausa bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh. Hubungan antarklausa pada kalimat kompleks menggunakan kata hubungan berupa dan, atau, tetapi, serta, sedangkan, padahal, dan melainkan.
Kalimat kompleks hipotaktik adalah kalimat yang memiliki dua klausa tetapi maknanya tidak setara. Di mana klausanya menduduki fungsi utama atau induk kalimat. Sedangkan klausa yang lain sebagai anak kalimat atau kalimat subordinatif. Kata hubung yang digunakan dalam kalimat kompleks hipotaktik adalah agar, walaupun, meskipun, sehingga, maka, tanpa, bahwa, jika, namun, ketika, apabila.
Agar sahabat Dream lebih memahami tentang kalimat simpleks dan kompleks, berikut adalah beberapa ciri dari kedua kalimat tersebut:
Kalimat kompleks parataktik:
Kalimat kompleks hipotaktik:
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan