Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Usai membaca Al-Quran, biasanya seorang Muslim akan mengucapkan sadaqallahul azim. Kalimat tasdiq ini sudah menjadi kebiasaan bagi umat Islam yang dibaca setelah membaca kitab suci Al-Quran.
Namun bagaimana sebenarnya hukum mengucap sadaqallahul azim usai membaca Al-Quran? Sebagian ulama menghukumi amalan tersebut sebagai sunah. Membaca shadaqallahul azim artinya kita bersaksi atas kebenaran Alquran.
Benarkah demikian? Langsung saja simak penjelasan dari para ulama berikut ini sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
Makna sadaqallahul azim sebenarnya adalah ungkapan kesaksian mengenai kebenaran Al-Quran dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Syeikh Muhammad Makki dalam kitabnya Nihayatul Qaulil Mufid li Ilmit Tajwid menjelaskan bahwa hukum membaca sadaqallahul azim adalah sunnah.
“ Disunahkan bagi seseorang saat rampung membaca Alquran untuk membenarkan pada Tuhannya dan bersaksi bahwa Rasulullah Saw telah menyampaikan Alquran, serta bersaksi bahwa Alquran adalah benar. Ini dilakukan dengan mengucapkan ‘shadaqallahul azim wa balagha rasuluhul karim wa nahnu ‘ala dzalika minasy syahidin.’
Imam Al Qurthubi dalam kitab Al Jami' li Ahkamil Quran menjelaskan adab dalam membaca Al-Quran. Salah satunya adalah dengan membaca kalimat 'shadaqta rabbana' usai tadarus Al-Quran.
" Di antara menghormati Al-Quran ialah, jika seseorang selesai membacanya, ia membenarkan Tuhannya dan bersaksi bahwa Rasulullah SAW telah menyampaikan Alquran, serta bersaksi bahwa Alquran adalah benar dengan mengucapkan, 'shadaqta rabbana wa balaghat rusuluka wa nahnu 'ala dzalika minasy syahidin. Allahummaj'alna min syuhadail qaimina bil qisthi.’ Kemudian ia berdoa dengan doa-doa lainnya."
Kalimat 'sadaqta rabbana' memiliki makna serupa dengan 'sadaqallahul azim.' Dengan membaca kalimat ini, kita bersaksi akan kebenaran Al-Quran.
Namun demikian, sebagian orang menyebutkan bahwa membaca sadaqallahul azim setelah membaca Al-Quran adalah bid'ah. Athiyah Shaqar dalam Fatawa Azhar, disebutkan bahwa mengucapkan tashdiq setelah membaca Al-Quran di dalam shalat tidak masalah sebagaimana pandangan mazhab hanafi dan syafi’i. Hal ini tentu lebih tidak masalah lagi apabila diucapkan di luar sholat.
“ Ucapan pembaca atau pendengar Al-Qur’an ‘Shadaqallahul azhim’ seusai membaca atau mendengar ayat Al-Qur’an bukan termasuk bid’ah tercela. Tidak ada larangan khusus dari Al-Qur’an dan hadits perihal ini. Kedua, ‘sadaqallahul azim’ salah satu zikir. Zikir dianjurkan pada banyak dalil. Ulama membicarakan ini sebagai bentuk ajakan yang seolah menjadi adab terhadap Al-Qur’an."
Kalimat tashdiq juga termasuk ucapan orang-orang beriman yang terdapat dalam Al-Quran, yaitu Surat Ali Imran ayat 95 dan Al-Ahzab ayat 22. Fatwa di atas mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menyifatkan bid’ah atas suatu amal tertentu yang tidak terdapat di zaman Nabi Muhammad SAW.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 116:
وَلَا تَقُوۡلُوۡا لِمَا تَصِفُ اَلۡسِنَـتُكُمُ الۡكَذِبَ هٰذَا حَلٰلٌ وَّهٰذَا حَرَامٌ لِّـتَفۡتَرُوۡا عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡتَرُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُوۡنَؕ
Artinya: “ Jangan kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘Ini halal dan ini haram,’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sungguh orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.” (QS. An-Nahl: 116)
Persoalan boleh tidaknya membaca kalimat tashdiq ini sudah seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Syekh M Ali As-Shabuni dalam kitab Al-Hadyun Nabawis Shahih fi Sholatit Tarawih mengajurkan umat Islam untuk menghindari diskusi perihal masalah khilafiyah dalam Islam. Termasuk ucapan tashdiq yang sudah seharusnya tidak perlu dipersoalkan. lagi.
وقول " صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ" عند الانتهاء من التلاوة وأمثال ذلك من الأمور التى لا تحتاج إلى جدال ومناظرة
Artinya: “ Ucapan 'shadaqallahul azim' setelah membaca Al-Quran dan masalah lainnya merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan dan diributkan."
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya