Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Penderitaan pengungsi muslim Rohingya membuat hati semua orang tersentuh. Mereka mendapat tekanan luar biasa dari pemerintah Myanmar, hingga tidak diakui sebagai warga negara hanya karena mereka adalah muslim.
Alhasil, mereka terpaksa melarikan diri dan terombang-ambing di lautan. Hal itu demi menyelamatkan iman mereka.
Kegigihan muslim Rohingya membuat masyarakat Aceh bersimpati. Tanah begitu luas disediakan masyarakat Aceh untuk tempat tinggal para Muslim Rohingya ini.
Ulama Aceh, Tengku Mustafa Ahmad, begitu kagum dengan ketabahan Muslim Rohingya. Bagi dia, mereka adalah contoh nyata perjuangan muslim.
" Mereka memilih menantang maut berbulan-bulan di lautan, untuk menyelamatkan imannya. Mereka pantang menyerah,” ujar Mustafa, dikutip Dream dari act.id, Selasa, 23 Juni 2015.
Mustafa mengaku tidak bisa sependapat dengan rencana pemerintah yang hanya akan menampung muslim Rohingya selama setahun dan akan dikembalikan ke Myanmar. Dia mengungkapkan masyarakat Aceh tidak akan membiarkan para pengungsi tersebut dikembalikan ke Myanmar.
" Mereka itu tamu kita, tamu masyarakat Aceh. Karena itu kita wajib muliakan Rohingnya selama mereka berada di Aceh," kata dia.
Selanjutnya, kata Mustafa, masyarakat Aceh dapat hidup berdampingan dengan para pengungsi Rohingya. Antara Aceh dan Rohingya sudah terjalin ikatan persaudaraan sesama muslim.
" Suatu hari kelak saya berharap warga Rohingya bisa hidup dan damai beribadah seperti masyarakat Islam di Pattani, Thailand,” ungkap Mustafa.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya