Penjara Mengerikan ISIS, Khusus Tahanan Wanita

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 17 Desember 2015 06:35
Penjara Mengerikan ISIS, Khusus Tahanan Wanita
Militan ISIS diperkirakan menyekap tahanan wanita Yazidi di dalam penjara bawah tanah yang kecil dan sempit tersebut.

Dream - Ternyata selama ini, ada penjara menakutkan jauh di bawah padang pasir yang digunakan militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS/NIIS) untuk menyekap tahanan wanita.

Panel-panel penutup di permukaan gurun Suriah utara adalah satu-satunya petunjuk tentang horor yang berada di bawahnya.

Militan ISIS diperkirakan menyekap tahanan wanita Yazidi di dalam penjara bawah tanah yang kecil dan sempit tersebut.

Para tahanan wanita itu hampir tidak memiliki ruang untuk bergerak. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam berada dalam penjara yang gelap gulita tersebut.

Saat masuk ke dalam, tidak terbayangkan bagaimana pilunya mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk mengurangi penderitaan, para tahanan menghibur diri dengan menggambar di dinding penjara.

Seperti yang terlihat dalam penyelidikan Sky News, salah satu gambar dinding menunjukkan sebuah rumah besar dengan mobil dan hewan di luarnya.

Tidak diketahui apa yang terjadi pada tahanan wanita yang diyakini telah disekap secara brutal dalam penjara itu.

Berita tentang penjara bawah tanah ISIS muncul setelah adanya laporan yang mengatakan, ISIS telah membangun sebuah rudal yang mampu menjatuhkan pesawat tempur.

Aktivis di Suriah mengklaim pembelot barat dengan pengalaman di bidang teknik yang berbaiat kepada ISIS telah berhasil menciptakan senjata mematikan - yang mampu menembak jatuh pesawat, jika laporan ini benar.

Insinyur Denmark asal Irak, Rwanda Tahir, dan 'Omar the Chechen', mantan perwira militer Rusia, dilaporkan telah berperan dalam penciptaan senjata ISIS.

Kabar tersebut memiliki implikasi yang menakutkan. Menyusul klaim ISIS bahwa mereka bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat penumpang Rusia di Sinai, yang menewaskan semua 224 orang di dalamnya pada tanggal 31 Oktober lalu.

Kelompok aktivis Raqqa Is Being Silently Slaughtered (RIBSS) mengatakan, kelompok teror ini ingin melakukan serangan teroris yang lebih canggih di Perancis, Amerika Serikat dan Rusia.

Sebuah truk militer terlihat membawa rudal darat-ke-udara besar yang diujicoba di Raqqa - yang secara de facto, diklaim ISIS sebagai ibukota negaranya.

ISIS juga dilaporkan telah memasang radar di kota itu untuk memperingatkan pasukannya tentang serangan udara musuh.

Sumber RIBSS menambahkan, sistem tersebut dikembangkan di sebuah pabrik senjata di Irak. Kemudian dipindahkan ke kota Raqqa untuk dihubungkan dengan sistem radar di sana.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup