Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Patung Saddam Hussein Dihancurkan (Arab News)
Dream - Penyesalan datang dari Kadhim Hassan Al-Jabouri, warga Irak yang meruntuhkan patung Saddam Hussein di pusat Kota Baghdad. Dia merasa malu dengan tindakan yang dilakukan 13 tahun silam itu.
" Sekarang, ketika aku melewati patung itu, aku merasa malu," kata Jabouri, sebagaimana dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Kamis 7 Juli 2016.
" Aku ingin mengembalikan patung itu, ingin membangunnya kembali, tapi aku takut dibunuh," tambah dia.

Jabouri saat menghancurkan patung Saddam Hussein (Metro.co.uk)
Selama kepemimpinan Saddam di Irak, Jabouri memang kehilangan 14 anggota keluarga. Semula, dia menaruh harapan besar saat koalisi Amerika Serikat dan Inggris menyerang negaranya untuk menggulingkan Saddam.
© Dream
Namun harapan itu rupanya tak terbayar. Sebab, menurut dia, semakin tahun, kondisi Irak malah bertambah buruk. Sepeninggal AS dan Inggris, kata dia, rezim diktator Saddam malah berganti dengan pemerintahan korup.
" Ada korupsi, pertikaian, penjarahan," kata dia. " Saddam membunuh orang, tapi itu tidak seperti pemerintah saat ini. Saddam pergi, tapi di tempatnya ada 1.000 Saddam."
Belum lagi, negeri itu kini sedang koyak oleh perang. Tak hanya antar kelompok, kehadiran militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) semakin memperburuk kehidupan warga di negeri 1001 malam ini.
© Dream
Penyesalan pria 58 tahun ini datang setelah keluarnya laporan mantan pegawai negeri sipil Inggris, John Chilcot, yang dirilis Rabu kemarin. Laporan itu mengritik keterlibatan Inggris dalam koalisi pimpinan AS yang menyerbu Irak.
Menurut laporan Chilcot, kebijakan yang diambil Inggris atas Irak didasarkan pada laporan intelijen yang salah. Laporan kemepilikan senjata pemusnah massal yang dijadikan dasar penyerangan dianggap tidak memiliki kepastian yang adil.
Dan Jabouri, yang saat itu menjadi pemilik bengkel motor di Kota Karrada, Baghdad, menyerang patung itu pada 9 April 2003. Patung setinggi 12 meter itu kemudian diruntuhkan oleh tentara AS dan disiarkan langsung oleh sejumlah televisi. Saddam akhirnya digantung pada 2006.
" Aku berharap Saddam akan kembali. Dia mengeksekusi banyak keluargaku, tapi dia masih lebih baik dari para politisi dan ulama yang menjadikan Irak seperti ini," sesal Jabouri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya