Perdagangan Anak Penjaringan, Korban Dipaksa Layani 10 Orang per Hari

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 22 Januari 2020 13:13
Perdagangan Anak Penjaringan, Korban Dipaksa Layani 10 Orang per Hari
Polisi menduga tiap bulan tersangka mengantongi Rp2 miliar.

Dream - Polisi membongkar praktik dugaan perdagangan manusia di Bar dan Karaoke Kayangan, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak enam orang dibekuk. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan operasi penangkapan terjadi pada 13 Januari 2020.

Keenam pelaku yang diamankan berinisial R atau disapa Mami A, Mami T, D alias F, TW, A, dan E. Yusri mengatakan, para tersangka punya peran masing-masing dalam mencari serta menjual korban.

" Tersangka pertama mereka menyebutnya Mami A, itu berperan sebagai pemilik kafe yang dijadikan lokasi penjualan anak berusia di bawah umur," ujar Yusri, dilaporkan Merdeka.com, Rabu, 22 Januari 2020.

Pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka pertama alias Mami A berperan sebagai pemilik kafe penjualan anak di bawah umur. Mami A nantinya memaksa anak-anak untuk berhubungan badan dengan para tamu kafe.

1 dari 4 halaman

Peran Tersangka

Sementara itu, tersangka kedua alias Mami T memiliki peran yang sama yakni memaksa anak-anak di bawah umur untuk berhubungan badan dengan pria hidung belang.

Sementara itu, tersangka berinisial D alias F dan TW berperan mencari korban anak-anak di bawah umur melalui media sosial.

Keduanya kemudian menjual anak-anak di bawah umur itu kepada dua Mami sebelumnya.

" Tersangka lainnya itu berinisial D alias F dan TW yang berperan mencari anak-anak di bawah umur melalui media sosial. Keduanya lalu menjual anak-anak yang di dapat kepada kedua Mami tersebut. Mereka (tersangka A dan E) bekerja sebagai cleaning service di kafe tersebut," kata Yusri.

Polisi menemukan 10 korban perdagangan manusia. Rata-rata para korban berusia 14 hingga 18 tahun.

 

2 dari 4 halaman

Denda

Semua korban dipaksa melayani minimal 10 pria hidung belang tiap harinya.

" Dalam menjalankan aksinya ini pelaku sangat sadis, setiap korban satu hari minimal harus melayani 10 kali, bila tidak mencapai akan mendapat denda," ucap Kabag Bin Opsnal Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto.

Para tersangka menjual anak-anak di bawah umur dengan bayaran Rp150 ribu ke para pria hidung belang. Para Mami mendapat Rp90 ribu, dan para korban hanya mendapat Rp60 ribu.

" Apabila enggak mencapai 10 kali (melayani para lelaki hidung belang), nanti didenda Rp50.000 per hari," ucap dia.

 

3 dari 4 halaman

Dipaksa Minum Pil Antimenstruasi

Usai diperas untuk memuaskan hasrat, para korban dibawa ke penampungan yang lebih mirip penjara.

Para korban tidak diizinkan punya ponsel atau telepon genggam. Agar bisa bebas para korban harus membayar Rp1,5 juta kepada para Mami tersebut.

Aksi sadis para mami tidak berhenti di situ. Para korban juga dipaksa meminum pil agar tak menstruasi. Polisi menduga pil tersebut didapat secara ilegal.

Dari aksi kejahatan perdagangan manusia ini, polisi menduga, tersangka mendapat sebesar Rp2 miliar per bulan.

Sumber:

4 dari 4 halaman

Pakai Jet Pribadi, Hotman Paris Beber Prostitusi Kelas Atas

Dream - Hotman Paris Hutapea membuat tudingan mengejutkan terkait fenomena prostitusi melibatkan artis di Indonesia. Menurut dia, aktivitas prostitusi menggunakan jasa artis juga dilakukan kalangan politisi.

Tak tanggung-tanggug, Hotman mengungkapkan jika politisi biasanya menggunakan jasa jet pribadi untuk menyewa sang artis dan diajak plesir ke luar negeri.

Pengacara berusia 59 tahun ini menghindar untuk menyebut nama politisi yang ditudingnya pernah melakukan aktivitas tersebut.

 hotman parishotman paris © hotman paris

" Caranya adalah sewa private jet dari Cengkareng, dari Halim mainnnya di Hongkong, serius," kata Hotman Paris Hutapea, dikutip Dream, Jumat 8 Februari 2019, dikutip Dream dari Hotman Paris Show, Jumat 8 Februari 2019.

" Karena kalau di Indonesia takut ketahuan ya?" tanya Melaney.

Menurut Hotman tidak hanya politisi dan sang artis, ajudan turut terlibat dalam aktivitas prostitusi terselubung tersebut.

" Mereka tidak hanya berdua karena ajudan yang bermain. Ajudan jemput dan si cowoknya sudah menunggu di pesawat," ucapnya.

Moammar yang menjadi bintang tamu dalam acara tersebut menambahkan jika praktik prostitusi artis yang dilakukan oknum politisi tidak seperti yang menimpa artis VA. Jika VA mendapatkan imbalan lewat transfer uang, oknum politisi biasanya memilih memberikan uang tunai.

" Tidak ada transfer-transfer kayak di Surabaya, tapi cash. Pakai dollar, kan jadi kecil," kata Moammar Emka.

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya