Perjuangan Ibu Ani Yudhoyono Melawan Kanker Darah, Awalnya Sakit Otot Punggung

Reporter : Sugiono
Sabtu, 1 Juni 2019 12:41
Perjuangan Ibu Ani Yudhoyono Melawan Kanker Darah, Awalnya Sakit Otot Punggung
Perjuangan Ibu Ani Yudhoyono melawan kanker darah. Dimulai dari sakit otot punggung hingga dirawat di Singapura.

Dream - Istri Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, dikabarkan meninggal dunia pada pukul 11.50 waktu Singapura.

Dilansir Liputan6.com, Sabtu, 1 Juni 2019, Ibu Ani meninggal saat tengah berjuang untuk menjalani perawatan medis di National University Hospital, Singapura.

Selama 3 bulan terakhir ini, Ibu Ani rutin menjalani serangkaian treatment untuk membunuh kanker ganas.

Namun pada Jumat pagi, 31 Mei 2019, kondisi Ibu Ani dikabarkan sempat tidak stabil dan kembali memburuk.

Wanita yang terbilang cukup aktif di media sosial ini bahkan sempat tak sadarkan diri.

" Iya pagi tadi jam 8 drop lagi dan jam 9 tidak sadarkan diri," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Jumat.

Lalu, bagaimana sosok Ibu Ani berjuang dalam melawan kanker ganas yang menyerang tubuhnya? Simak perjuangan Ibu Ani melawan kanker darah berikut ini.

1 dari 6 halaman

Mengeluh Sakit Pada Bagian Otot Punggung

Berawal dari kabar bahwa ibu mertua Annisa Pohan ini mengalami gangguan pada bagian otot pungungnya.

" Dibilang sakit tidak juga sih, cuma memang sedang dirawat di Singapura karena ada sedikit gangguan di otot punggung ibu,” ujar Ferdinand Hutahaean kepada JawaPos.com, Sabtu, 9 Februari 2019.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat ini mengaku, Ibu Ani mengalami cedera otot karena melakukan perjalanan panjang bersama sang suami.

Ferdinand mengatakan, Ibu Ani melakukan perjalanan panjang mulai dari Sumatera Utara hingga Aceh. Hal tersebut membuat Ibu Ani kelelahan hingga merasa ada masalah otot di bagian punggung.

" Karena total perjalanan darat ada 1.200 km lebih. Jadi, kecapekan serta karena banyak duduk di kendaraan. Jadi, agak terganggu otot punggung. Awalnya seperti itu," katanya.

Ferdinand berharap masyarakat ikut mendoakan Ani Yudhoyono bisa sembuh. Sehingga bisa kembali melakukan aktivitasnya.

2 dari 6 halaman

Didiagnosis Mengidap Kanker Darah

Kabar kondisi Ibu Ani mencuat ke publik setelah SBY memberikan pernyataan resmi terkait sakit yang diderita istrinya itu.

Pada hari itu, Rabu, 13 Februari 2019, SBY mengungkapkan bahwa Ibu Ani menderita kanker darah atau blood cancer.

" Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di Tanah Air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah," kata SBY.

Atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, Ibu Ani mulai menjalani perawatan di Rumah Sakit National Universtiy, Singapura, sejak 2 Februari 2019.

" Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia," kata SBY.

3 dari 6 halaman

Ungkapan Perasaan Didiagnosis Kanker Darah

Sejak mendapat perawatan intensif di Singapura, kondisi Ibu Ani mulai berangsur membaik.

Selalu ditemani suami tercinta, Ibu Ani sempat mengungkapkan perasaannya di akun Istagram.

Ibu Ani mengaku sedikit terkejut ketika dokter mendiagnosis dirinya dengan kanker darah.

" Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja.. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena Blood Cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali," tulisnya.

Ibu mertua Annisa Pohan itu terkejut karena dalam riwayat kesehatan keluarganya, tidak ada yang pernah mengalami sakit kanker darah.

" Setelah hati saya, bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, adarlah saya bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya yang dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya," lanjutnya.

Meski merasa berat dengan vonis dokter itu, Ibu Ani tetap yakin bisa sembuh dari penyakit yang ganas itu.

" Setiap hari saya mencatat pengobatan apa saja yang harus saya jalani, obat, suntikan kemo, transfusi darah dll. Saya jalani dengan tabah, tegar, penuh disiplin. Karena pengobatan itu, saya harus ketat, sementara “ diisolasi” untuk menghindari penyakit lain masuk. I can fight this Cancer. With strong supports from everyone in Indonesia and in the world. Thank you very much for your love and care, dear my husband and family. Bismillahirrahmanirrahim I can do this! Photo by @ruby_26," ungkap ibu dua anak ini.

4 dari 6 halaman

Jalani Perawatan Intensif 3 Bulan di Singapura

Sejak 2 Februari 2019 hingga akhirnya meninggal dunia, Ibu Ani dirawat secara intensif di NUH akibat kanker darah. Total, Ibu Ani menjalani perawatan intensif di NUH selama 3 bulan.

Rumah sakit menyediakan sebuah ruangan karantina khusus untuk menghindari terjadinya infeksi virus dan bakteri yang berpotensi mengganggu proses pengobatan yang sedang dilakukan.

Selama menjalani perawatan tiga bulan pertama, Ibu Ani hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Wajahnya terlihat mulai pucat. Itu bisa dilihat dalam foto-foto yang beredar di media sosial.

Kondisi sang ibu yang tengah terbaring di ruang perawatan juga sering diperlihatkan ditunjukkan Edhy Baskoro Yudhoyono lewat akun Instagramnya @Ibasyudhoyono.

Meski hanya bisa berbaring lemas dengan wajah yang pucat, Ibu Ani tetap berusaha tersenyum manis untuk anak, menantu, dan cucu-cucunya.

5 dari 6 halaman

Sempat Membaik, Duduk di Kursi Roda

Dalam beberapa minggu terakhir, foto dan video Ibu Ani duduk di kursi roda ditemani suami tercinta menghiasi media sosial.

Itu menandakan kondisi kesehatan Ibu Ani mulai membaik sehingga diperbolehkan jalan-jalan di sekitar rumah sakit.

Annisa Pohan bahkan membagikan kabar tersebut melalui akun Instagram @annisayudhoyono, Kamis (16/5/2019) pagi.

Annisa mengunggah video dalam instastories-nya. Di video itu, Annisa tengah berjalan kaki menemani Ibu Ani dan SBY.

Ani juga terlihat duduk di kursi roda yang didorong oleh SBY. Jarum infus masih menancap di tangan kirinya.

Di salah satu foto, tampak raut wajah bahagia Ani Yudhoyono sambil mengangkat kedua tangannya ke kiri dan kanan.

" Memo diizinkan keluar kamar untuk pertama kalinya setelah 3 bulan dirawat di kamar saja. Alhamdulillah..." tulis Annisa.

Senang bisa berada di luar ruang perawatan, Ibu Ani berharap kondisinya makin membaik. Dia meminta doa untuk kesembuhan dirinya.

" Terima kasih Ya Allah.... Semoga kesehatanku semakin pulih. Mohon doa teman-teman semua," tutur Ibu Ani.

6 dari 6 halaman

Kondisi Memburuk Hingga Tak Sadarkan Diri

Kabar kondisi Ibu Ani memburuk disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat.

Pada Jumat pagi, 31 Mei 2019, kondisi Ibu Ani dikabarkan sempat tidak stabil dan kembali memburuk.

Wanita yang terbilang cukup aktif di media sosial ini bahkan sempat tak sadarkan diri.

" Iya pagi tadi jam 8 drop lagi dan jam 9 tidak sadarkan diri," kata Ferdinand.

Kondisi kesehatan wanita bernama asli Kristiani Herawati ini juga dikabarkan kembali memburuk pada Sabtu pagi, 1 Juni 2019.

Kabar itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

" Indonesia, kami mohon doa. Keadaan Ibu Ani Yudhoyono kembali memburuk," tulis Rachlan lewat akun Twitternya, @RachlanNashidik, diakses Sabtu 1 Juni 2019.

Rachland diketahui bersama sejumlah petinggi Partai Demokrat berada di Singapura. Mereka turut mengawal perkembangan kondisi Ani Yudhoyono.

Selanjutnya, Rachland menyatakan hingga saat ini Ibu Ani terus berjuang melawan sakit kanker darah yang dideritanya.

" Keluarga Yudhoyono bersatu mendampingi perjuangan Ibu Ani dalam ikhtiar dan doa. Mohon doakan Ibu Ani," kata dia.

(Sumber: Liputan6/Dream)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal