Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Badan Pesawat AirAsia (Channel News Asia)
Dream - Para penyelam berjuang keras untuk mencari para korban di badan utama pesawat AirAsia QZ 8501. Arus yang sangat kuat sangat menyulitkan. Meski sudah berpegangan pada tali pengaman, para penyelam masih terombang-ambing di dasar laut.
" Arusnya sangat kuat, bisa merobek masker atau menyeret kami ke dalam pusaran air," kata kepala regu pencari, Totok Subagio, dikutip Dream dari The Straits Times, kemarin.
Namun, bukan TNI AL namanya jika menyerah. Mereka terus bertarung, bertaruh nyawa. Para penyelam Pasukan Katak TNI AL itu sudah terlatih menyelam hingga kedalaman 45 meter.
Di Selat Karimata, lautan antara Pulau Sumatera dan Kalimantan, ini, mereka harus berjuang di dasar laut yang ganas. Ditambah lagi cuaca yang berubah-ubah, mulai cerah hingga hujan lebat.
Posisi badan pesawat AirAsia itu berjarak 3 kilometer dari tempat penemuan ekor pesawat. Berada pada kedalaman 30 meter di bawah permukaan air.
" Arusnya sungguh kuat, mereka bisa terseret ke samping dan kadang terlihat 'seperti Spiderman terbang'," tutur Ferdy Hendarto, ketua penyelam. Tak hanya kondisi di bawah laut. Cuaca di permukaan pun tak kalah ekstrem. Gelombang dua meter mengombang-ambingkan para pencari.
Pada hari ini, Tim SAR hanya punya waktu empat jam untuk melakukan pencarian dan penyelaman. Sebelum awan menghalangi sinar matahari dan membatasi jarak pandang di dasar laut yang membuat proses pencarian tak memungkinkan lagi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya