Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Serpihan Pesawat Sriwijaya Air (Foto: Merdeka.com)
Dream - Tim penyelam masih melakukan penyisiran disekitaran perairan Kepulauan Seribu, tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, pada Sabtu 9 Januari 2021.
Tim SAR melakukan perluasan pencarian guna mencari barang-barang maupun puing-puing pesawat. Dalam pencarian, ditemukan gaun pengantin hingga seragam pramugari Sriwijaya Air pada kedalam 17 hingga 19 meter dengan mamakan waktu pencarian sekitar 40 menit di bawah laut.
" Temuan tersebut sekitar dua mil dari Pulau Laki," kata Ketua Tim Penyelam Ditpolair Polda Metro Jaya AKP I Ketut Suastika di atas Kapal Polisi Bisma 8001, Senin 11 Januari 2021 dikutip dari Merdeka.com.
Selain itu, tim penyelam juga menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik para penumpang pesawat Sriwijaya Air. Kemudian, terdapat juga bagian jenazah, serpihan pesawat, pelampung, uang senilai Rp250.000 dan tas berwarna merah.
" Barang bukti ini posisinya terpencar. Jadi kita keliling atau berpencar," ujarnya.
Temuan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Jakarta International Container Terminal (JITC) untuk diproses lebih lanjut.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 Wib dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Sumber: merdeka.com
Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menyatakan data penerbangan pada Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182 berhasil diunduh. Kondisi data cukup baik.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan ada 330 parameter yang terekam dalam FDR. Seluruhnya dalam kondisi baik dan kini sedang dalam analisis KNKT.
" Setelah FDR ditemukan dan diserahkan ke KNKT sejak 13 Januari 2021, data di dalam FDR berhasil diunduh. Ada 330 parameter dan semua dalam kondisi baik," ujar Soerjanto, dikutip dari Merdeka.com.
Soerjanto mengatakan sebelum diunduh, FDR dibersihkan lebih dulu. Proses pembersihan dilakukan dua kali menggunakan air garam dan air suling.
" Kami membersihan unit memori dari kotoran sisa-sisa garam yang menempel karena terendam air laut," ucap Soerjanto.
Kini, KNKT masih menunggu ditemukannya bagian black box yang lain yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR). Menurut Soerjanto, CVR merupakan bagian penting dari black box yang sangat dibutuhkan dalam investigasi kecelakaan pesawat.
Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, sebelumnya menyatakan pihaknya telah menerima Crash Survivable Memory Unit (CSMU). Alat ini merupakan bagian dari black box yang berfungsi menahan benturan untuk melindungi memori.
" CSMU merupakan bagian dari kotak hitam yang paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000 derajat celcius selama 1 jam," kata Nurcahyo.
CSMU merupakan blok dalam black box yang berisi FDR dan CVR. Dua alat perekam tersebut dilindungi CSMU dari benturan dan suhu panas sehingga data penerbangan bisa diselamatkan.
Sumber: Merdeka.com/Rifa Yusya Adillah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya