Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Sumber: Merdeka.com
Dream - Sejak diresmikan pada akhir 2022, Masjid Al-Jabbar terus dikunjungi banyak orang. Selain beribadah, banyak di antara pengunjung yang ingin menikmati keindahan masjid baru itu.
Menjadi destinasi wisata baru yang ramai, tentu menimbulkan dampak, diantaranya adalah kemacetan karena akses jalan yang kurang memadai, masalah sampah, hingga pencopetan.
Karena itulah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mempertimbangkan akan membatasi jumlah kunjungan untuk sementara waktu.
Diprediksi, kunjungan ke masjid yang berlokasi di Gede Bage, Kota Bandung, ini akan meningkat saat bulan Ramadan.

" Kalau pembatasan (kemungkinan) iya, kalau menutup saya kira tidak bijak dalam pandangan saya. Kita sesuaikan aja. Tadi sudah dievaluasi per Ramadan tinggal sebulan lagi itu urusan harus sudah lebih sempurna penataan PKL-nya, kemudian lalu lintas kebersihan dan lain-lain," ucap Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Senin 6 Februari 2023.
Menurutnya, keramaian di kawasan masjid adalah hal yang penting. Gubernur Jabar ini tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika masjid yang sudah dibangun untuk beribadah ini malah sepi pengunjung.
" Bagi saya masjid itu yang penting ramai dulu bahwa dalam keramaian ada dinamika kita beresin satu satu, daripada sudah bikin masjid besar tapi sepi itu lebih menyedihkan menurut saya, lebih baik ramai seperti sekarang," ungkapnya.
Rencananya, di masjid ini juga akan dibuka fasilitas lain. Salah satunya adalah museum yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat.
Namun, melihat dinamika yang terjadi rencana peresmian itu masih perlu dikaji lagi.
" Saya monitor kan tiap hari tiap weekend ramai. Dan kita mengkaji pembukaan, namanya antara museum atau galeri sedang kita pikir karena masing-masing ada konsekuensi bahasa dan hukum. kita belum yakin kalau Februari (diresmikan),” tambahnya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
