Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Katering Jamaah Haji Terancam Tak Tersedia
Dream - Ketua Komite Katering Kamar Dagang dan Industri Mekah, Shaker Al-Harthi, mengatakan sebanyak 30 perusahaan terancam tidak bisa menyediakan konsumsi jamaah haji musim depan. Sebab, perusahaan-perusahaan itu kesulitan memperoleh tenaga kerja musiman.
Al-Harthy menambahkan, tiga puluh perusahaan yang kesulitan mendapat tenaga kerja itu telah mengirim telegram ke Kementerian Perdagangan Saudi. Mereka mengeluhkan tidak tersedianya tenaga kerja musiman yang biasa digunakan jasanya untuk menyediakan makanan untuk jamaah haji.
Menurut dia, sebenarnya ada cara untuk mendapatkan tenaga musiman itu. Yakni dengan merekrut melalui agen tenaga kerja. Namun upah tenaga kerja yang direkrut melalui agen-agen itu 50 persen lebih mahal. Sehingga ongkos itu akan berpengaruh pada semakin mahalnya katering yang mereka sediakan.
" Ini bertentangan dengan petunjuk pemerintah untuk mengontrol dan menurunkan harga bagi para jamaah haji," ujar Al-Harthy dikutip Saudi Gazette, Kamis 19 Juni 2014.
" Kondisi ini akan membawa perusahaan melanggar peraturan pemerintah dan mendapatkan sanksi karena kurangnya pelayanan yang diberikan terhadap jamaah."
Dia berharap agen-agen tenaga kerja di Saudi itu bisa menyediakan tenaga kerja musiman dengan harga yang lebih murah. Sehingga harga katering yang diproduksi untuk jemaah haji terjangkau. Apalagi tenaga kerja yang dibutuhkan itu tidak harus berpendidikan dan punya keahlian khusus.
Al-Harthy menambahkan, biasanya Kadin Mekah merekrut tenaga kerja yang sama dengan asal para jamaah haji. Sebab mereka sudah tahu tradisi para jamaah yang dilayani itu. Misal, untuk menyediakan makanan untuk jamaah haji asal Indonesia, maka tenaga kerja yang direkrut adalah tenaga kerja asal Indonesia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya