Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Sebuah kasus medis langka terjadi pada bayi berusia 40 hari di wilayah Motihari, Bihar, India. Bayi yang tak disebutkan identitasnya itu dibawa ke Rahmania Medical Center untuk mendapat perawatan karena kondisi yang aneh.
Semula dokter menyatakan bayu tersebut mengalami kembung, sehingga tidak bisa buang air kecil dengan lancar. Namun dokter yang merasa penasaran melakukan CT scan untuk mengetahui secara pasti penyebab kembung bayi tersebut.
Dokter di Rahmania Medical Center tidak melakukan persiapan secara khusus saat melakukan CT scan. Sehingga mereka merasa terkejut saat mengetahui bahwa di dalam perut bayi tersebut terdapat janin yang sedang berkembang.
Dalam istilah medis, kasus ini disebut sebagai foetus in fetu atau adanya janin di dalam perut bayi. Kasus ini memang tergolong langka, hanya terjadi pada satu di antara 500 ribu pasien.
" Anomali medis yang langka telah terungkap di mana janin terlihat berkembang di dalam perut bayi berusia 40 hari. Itu disebut foetus in fetu," kata Tabrez Aziz, dokter di Rahmania Medical Center.
" Bayi itu telah menjalani operasi, kondisinya stabil," tambah Aziz. Dia menambahkan bahwa anak itu sekarang baik-baik saja setelah operasi dan telah keluar dari rumah sakit.
Sumber: ThePrint.in
Dream - Sebuah peristiwa yang sangat aneh terjadi di Barranquilla, Kolombia. Seorang bayi perempuan yang masih dalam kandungan dilaporkan sudah 'mengandung' kembarannya sendiri.
Peristiwa langka itu diketahui oleh seorang dokter kandungan bernama Dr. Miguel Parra-Saavedra.
Dia mendeteksi keberadaan janin yang lebih kecil itu melalui pemindaian ultrasound terhadap bayi dalam kandungan Monica Vega, 33 tahun.
Pada pemeriksaan awal, Dr Miguel mencurigai bayi Monica mungkin mengidap tumor di jantungnya.
Bayi yang kemudian diberi nama Itzamara itu akhirnya lahir pada 22 Februari 2019 dengan berat 3,17 kilogram.
Itzamara dilahirkan paksa melalui operasi caesar di klinik La Merced untuk mencegah kembarannya tumbuh dan merusak organ internalnya.
Sehari kemudian, setelah tali pusarnya dipotong, ahli bedah melakukan operasi untuk menghilangkan janin sepanjang 45 milimeter dan berat 14 gram.
Janin tersebut sudah memiliki tangan dan kaki, tetapi tidak punya jantung atau otak. Dr. Miguel mengatakan, peristiwa ini adalah hal paling aneh yang bisa ditemui di dunia kedokteran.
Sementara itu, Monica pada awalnya tidak mempercayai anaknya bisa mengandung saat masih dalam kandungan.
Namun, dia akhirnya bisa menerima kenyataan setelah diperlihatkan gambar, video dan bukti ilmiah janin di kandungan anaknya.
Dr. Miguel mengatakan peristiwa yang dialami Itzamara itu disebut dengan janin di dalam janin atau fetus in fetu dalam dunia kedokteran.
Peristiwa itu bisa terjadi karena pembelahan sel yang terlambat sehingga menyebabkan kembaranya tidak bisa terpisah dengan benar.
(Sumber: Kosmo.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya