6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pencarian Kehidupan Asing Di Luar Bumi Telah Dilakukan Dalam Beberapa Dekade (foto Ilustrasi)
Dream - Sebuah misi NASA (Lembaga Antariksa Amerika), yang diperkirakan akan meninggalkan tata surya setelah menyelesaikan misinya di Pluto, siap membawa pesan yang ditujukan kepada setiap bentuk kehidupan alien yang melewatinya di masa depan.
Saat pesawat ruang angkasa New Horizons menyelesaikan studinya tentang Pluto pada musim panas 2015, data dari Bumi akan ditransfer ke pesawat ruang angkasa tersebut dan mengubahnya menjadi data digital yang akan dibawa ke luar tata surya.
Rekaman digital itu merupakan versi upgrade dari Golden Record yang dibawa pesawat Voyager 1 dan Voyager 2 pada 1970-an. Ada pula lempengan-lempengan yang dibawa pesawat Pioneer.
Golden Record merupakan inisiatif Jon Lomberg dan mendiang astronom Carl Sagan untuk mengirimkan pesan dari Bumi kepada makhluk luar angkasa. Saat itu, dia dan Sagan memilih serangkaian suara dan gambar yang dimasukkan dalam piringan hitam yang kemudian dibawa pesawat Voyager.
Ketika Lomberg menyadari bahwa New Horizons akan menjadi objek berikutnya, ia meluncurkan sebuah petisi online untuk menyertakan pesan serupa untuk New Horizons, yang disebut One Earth Message.
Masalahnya, New Horizons sudah diluncurkan beberapa tahun sebelumnya, yakni pada 2006.
Alih-alih menciptakan rekaman fisik di Bumi, Lomberg menyarankan NASA " mengupload" data One Earth Message secara digital ke New Horizons setelah ia menyelesaikan studinya tentang Pluto dan bulan-nya Charon. Lomberg menyebut data baru ini sebagai " digital Voyager record 2.0."
" Di satu sisi, pesan ruang angkasa ini mengulangi sejarah teknologi komunikasi," kata Lomberg.
Pada 18 Februari 2014, Lomberg berhasil mengumpulkan 10.000 tanda tangan dari 140 negara yang berbeda. Pada Mei lalu, ia mengumumkan bahwa NASA telah memberi timnya lampu hijau untuk proyek tersebut.
Pengumuman resmi akan dilakukan 25 Agustus dan akan mencakup informasi tentang proses pengajuan dan tenggat waktu.
One Earth Message mengandung perbedaan yang signifikan dari proyek Voyager sebelumnya. Jika Golden Record hanya melibatkan enam orang, maka New Horizons akan membawa pesan dari seluruh dunia.
" Siapa pun yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk memiliki foto mereka dikirim di luar Pluto, menuju galaksi," kata Lomberg.
Untuk menyelesaikan tugasnya, Lomberg menggandeng Albert Yu-Min Lin, seorang peneliti di University of California, San Diego. Mereka akan membangun proyek untuk mencari ide-ide dari seluruh dunia.
Orang-orang dari seluruh dunia dapat mengirimkan gambar mereka dan berhak menentukan gambar mana saja yang harus disertakan dalam One Earth Message. Sementara Lomberg dan timnya akan melakukan kontrol editorial untuk memastikan bahwa tidak ada materi tak pantas terselip di dalamnya sebelum NASA mengirim One Earth Message ke New Horizons.
Ketika New Horizons selesai menjalankan misinya dan mengirimkan semua data kembali ke Bumi, memori komputer-nya siap diisi kembali dengan data baru. One Earth Message kemudian akan proses yang mungkin akan memakan waktu beberapa hari.
Tidak seperti catatan sebelumnya, informasi pada New Horizons tidak bersifat statis. Selama New Horizons tetap berkomunikasi dengan Bumi, pesan tersebut memiliki potensi untuk diupdate.
" Selama hampir 40 tahun, orang telah terinspirasi oleh catatan yang dikirim melalui Voyager, sebuah potret bumi pada tahun 1977," kata Lomberg.
Dunia ini sangat berbeda sekarang, dan pesan baru ini akan mencerminkan harapan dan impian pada dekade kedua di abad ke-21. Ini akan menginspirasi minat kaum muda dalam ilmu pengetahuan dan memicu imajinasi dari segala usia.
(Ism, Sumber: Space.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
