Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
TKP Penemuan Mayat Terbujur Kaku (Fajaronline.co.id)
Dream - Seorang pemuda ditemukan meninggal di sebuah rumah di Perumahan BTN Bungoro Indah Permai, Katapang, Bungoro, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Mayat pemuda itu terbujur kaku di atas tempat tidur di lantai 2 rumah itu.
Penemuan itu terjadi pada Rabu, 2 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka.
Salah satu kerabat, Hariyanto, mengatakan pemuda itu bernama Baharuddin, 27 tahun yang merupakan keponakannya. Menurut dia, penemuan mayat Baharuddin berawal dari kecurigaannya.
" Terakhir semalam (Selasa malam, 1 Januari 2019) saya ketemu, dia sudah makan durian tiga biji, kemudian tidur," kata Hariyanto, dikutip dari Fajar Online
Setiap hari, kata Hariyanto, keponakannya selalu bangun pagi untuk sholat Subuh. Tetapi, pada Rabu pagi, Baharuddin tidak juga keluar kamar.
" Paginya dia belum keluar kamar, akhirnya kita dobrak dan ternyata sudah seperti itu keadaannya," kata Hariyanto.
Kapolsek Bungoro, Kompol Asfa, kematian Baharuddin terjadi secara tiba-tiba. Apalagi, pemuda asal Majene, Sulawesi Barat ini sebelumnya sempat bersama keluarga sang paman menikmati durian.
Berdasarkan penuturan keluarga, Baharuddin tidak memiliki riwayat sakit keras.
" Kematiannya ini diperkirakan sekitar 10-12 jam lalu," kata Asfa.
Menurut Asfa, ditemukan lebam pada tubuh korban. Tetapi dia menyatakan lebam tersebut bukan karena pukulan benda tumpul melainkan kematian sudah terjadi cukup lama.
" Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata dia.
Lebih lanjut, Asfa mengatakan pihaknya hendak melakukan otopsi terhadap jenazah Baharuddin. " Tetapi keluarga korban menolak," kata dia.
(Sah/ Sumber: Fajar Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya