Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Melakukan Olah TKP Kecelakaan Bus Di Tol Surabaya-Mojokerto (Liputan6.com)
Dream - Kecelakaan maut yang melibatkan bus Ardiansyah menyisakan banyak duka. Bus yang membawa 33 penumpang dari Dieng ini menabrak tiang pesan pesan atau variable message sign di Km 712 Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Kecelakaan tersebut menyebabkan bus ringsek parah hingga menelan 14 korban jiwa.
Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi mengungkap bahwa pihaknya akan menyelidiki kelayakan bus ini dan mengevakuasi para korban.
Berikut sejumlah fakta kecelakaan bus PO Ardiansyah:
Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman mengatakan, sopir bus Ade Firmansyah (28) positif menggunakan narkoba jenis sabu.
" Hasil dari tes urinenya positif narkotika jenis sabu, namun yang bersangkutan masih belum mengaku," ujar Latif di Gedung Ditlantas Mapolda Jatim, Selasa 17 Mei 2022.
Untuk memastikannya, kata Latif, penyidik sedang melakukan pengambilan sampel darah Ade Firmansyah untuk dilakukan pengujian laboratorium forensik (Labfor).
" Pengemudi ini menggunakan sejenis sabu. Hari ini, kami mengambil darah untuk kita kirim ke Labfor, untuk memastikan kandungan apa yang ada di pengemudi ini," ucapnya.
Latif menyebut, Ade Firmansyah mengkonsumsi sabu sebelum terjadinya kecelakaan. Karena, terdapat temuan kronologi bahwa selama perjalanan menuju Wonosobo, Dieng, Ade Firmansyah diketahui tidak ikut kegiatan liburan di destinasi wisata.
Latif mengungkapkan, sopir bus maut yang kecelakaan Ade Firmansyah diduga tidak sempat menginjak rem pada detik-detik terakhir sebelum kecelakaan terjadi.
" Tidak ada. Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) tidak ada bekas pengereman, sama sekali. Kami masih akan terus melakukan pendalaman," ujar Latif.
Latif mengatakan, bus saat melaju tidak mengalami oleng dan sopir sempat menyalip kendaraan truk yang ada di depannya melalui jalur cepat, di sekitar KM 711.
" Setelah itu kembali ke jalur lambat dan bus oleng ke kiri. Soal kelaikan kendaraan, kami masih koordinasi dengan dinas perhubungan dengan ATPM, Kir-nya kapan, masih layak atau tidak, nanti kami uji," ucapnya.
Sopir bus kecelakaan maut tersebut ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ade Firmansyah diduga bukan sopir inti bus melainkan pengganti.
" Saudara AF diketahui tidak memiliki SIM sehingga kita akan cari statusnya ya, apakah saudara merupakan sopir cadangan atau kernet," ujarnya.
Sumber:Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya