Pihak `Dahsyat`: Zaskia Gotik Bukan Tanggung Jawab Kami

Reporter : Nur Ulfa
Selasa, 22 Maret 2016 17:17
Pihak `Dahsyat`: Zaskia Gotik Bukan Tanggung Jawab Kami
Pengelola program televisi 'Dahsyat' yang diwakili Direktur Programming dan Produksi, Dini Putri menegaskan entertanier juga punya beban tanggung jawab.

Dream - Program acara Dahsyat di salah satu televisi swasta Indonesia menjadi sorotan setelah munculnya kasus tuduhan penghinaan lambang negara oleh pedangdut Zaskia Gotik. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bahkan sudah memanggil dan memberikan teguran keras terhadap pemilik program tersebut.

Seperti diketahui, Zaskia diduga menghina lambang sila kelima pancasila saat menjadi bintang tamu di acara itu.

Namun pihak 'Dahsyat' yang diwakili Direktur Programming dan Produksi, Dini Putri mengatakan tidak bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

" Entertainer punya beban tanggung jawab. Harus mengevaluasi diri kita sendiri. Kita berikan tempat untuk Zaskia meminta maaf, dia bukan Host dari Dahsyat, jadi itu bukan tanggung jawab dari kami," kata Dini saat konferensi pers ulang tahun Dahsyat ke-8 di Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa 22 Maret 2016.

Karena statusnya itu pula, Dini menegaskan pengelola program Dahsyat tidak memberikan hukuman apapun kepada Zaskia. Namun dia berharap agar kejadian tersebut akan menjadi pembelajaran bagi tim agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

" Banyak pelajaran yang kita ambil dalam delapan tahun ini, memang ada beberapa kejadian, ini buat pelajaran. KPI memang pengawas televisi kalau kita salah kita akui salah, kita ikuti aturan," kata Dini.

 

1 dari 3 halaman

Zaskia Gotik `Ditinggal` Kuasa Hukum

Dream - Kuasa Hukum Zaskia Gotik, Sunan Kalijaga mengundurkan diri dari tim kuasa hukum penyanyi dangdut itu. Keputusan ini diambil karena pedangdut tersebut dianggap tak kooperatif dengan tim kuasa hukum yang sudah berupaya membelanya.

" Sekali lagi, per hari ini kami mengundurkan diri karena dia tidak bisa bekerja sama dengan baik, tidak kooperatif dengan tim kuasa hukum," kata Sunan Kalijaga ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dikrimsus) Polda Metro Jaya, Senin 21 Maret 2016.

Sunan menceritakan tidak adanya kerjasama itu muncul saat tim kuasa hukum meminta Zaskia Gotik melayangkan permohonan maaf dengan pernyataannya di salah satu acara sebuah stasiun televisi swasta. Rencananya, permohonan maaf langsung itu digelar Sabtu, 19 Maret lalu.

Namun bukannya meminta maaf langsung kepada publik, Zaskia justru memilih tampil di luar kota. 

" Tidak enak badan, Senin ada show, artinya tidak kooperatif. Bagaimana kami bisa kerjasama dengan klien kami jika klien tidak ikut nasihat kami," tambah Sunan.

Sunan menambahkan, jika ingin bebas dari jerat hukum atas tindakannya, pelantun " Satu Jam Saja" itu harus melewati beberapa proses hukum.

" Dia ingin terbebas dari ancaman hukum. Harus lewati proses. Tidak serta merta ucapan maaf berkali-kali pidana gugur," tandas Sunan.

Dia kembali menegaskan jika pilihan untuk mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Zasia Gotik diambil karena keputusannya sendiri. Bukan lantaran pihak Zaskia telah mencabut penunjukan dirinya sebagai kuasa hukumnya.

" Kalau ngomong mencabut belum ada WA, BBM atau surat terkirim di kantor kita. Kalau pencabutan silahkan saja. Tapi kami mengundurkan diri karena klien tidak kooperatif," pungkas Sunan tegas sembari menunjukkan bukti surat dan foto bersama Zaskia.

Minta Maaf

Sebelumnya, penyanyi dangdut Zaskia Gotik telah mengakui kesalahannya melecehkan lambang sila ke-5 Pancasila. Juga kekhilafan menyebutkan tanggal proklamasi saat mengisi program acara televisi.

Tidak mau masalah ini menjadi rumit, pelantun `Satu Jam Saja` ini langsung meminta maaf secara terbuka. Permohonan maaf itu ditayangkan di program yang sama.

" Neng di sini mau minta maaf sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia dan negara," ucap Zaskia Gotik saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 16 Maret 2016.

2 dari 3 halaman

Terseret Kasus Zaskia Gotik, Ini Kata Denny Cagur

Dream - Komedian Denny Cagur dianggap terlibat dalam kejadian dugaan menghina lambang negara yang dilakukan pedangdut Zaskia Gotik di salah satu program stasiun televisi. Denny pun dilaporkan Anggota DPD RI, Fahira Idris ke pihak Polda Metro Jaya.

" Denny Cagur juga sudah saya laporkan. Deny Cagur itu host. Harusnya mampu mengarahkan patut dilanjutkan atau tidak," kata Fahira di akun twitternya akhir pekan lalu. 

Mengetahui namanya ikut terseret, Denny angkat bicara. Ia mengatakan siap memenuhi panggilan pihak kepolisian jika memang diperlukan.

" Sudah ditangani pihak berwajib, kita ikuti saja prosesnya. Kalau saya dilaporkan dan diminta datang ya siap," kata Denny kepada wartawan, Senin 21 Maret 2016.

Walaupun menyatakan kesiapannya, namun Denny berharap laporan yang dilayangkan Fahira benar adanya. Menurut Denny, dirinya hanya berposisi sebagai pembawa acara yang membacakan pertanyaan. 

" Kalau dibilang memprovokasi tolong dikasih tahu bagian mananya. Siapa pun memang berhak melaporkan tetapi yang terpenting benar atau tidaknya laporannya itu. Coba lihat lagi videonya," ujar Zaskia.

Pelantun 'Bang Jali' ini pun berharap kasus ini cepat menemukan titik terang. " Semoga cepat selesai semuanya," tutur Denny. (Ism) 

3 dari 3 halaman

KPI Sorot Artis yang Sering Salah Bicara

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memanggil pengelola stasiun televisi RCTI untuk mengklarifikasi pernyataan Zaskia Gotik yang dianggap melecehkan lambang negara. 

Dikutip situs kpi.go.id, Kamis 17 Maret 2016, RCTI yang diwakili bagian produksi program 'Dahsyat' Sambodo dan Jahja I Rianto serta Corporate Secretary perusahaan pun menyampaikan permohonan maafnya.

Menurut anggota KPI Pusat, Agatha Lily komentar yang dilontarkan Zaskia tersebut sangat tidak pantas. " Artis - artis yang sering salah bicara dan melakukan pelanggaran sangat riskan kalau terus siarkan secara live,” tegas Lily.

Anggota KPI Pusat lainnya, Sujarwanto Rahmat juga mengingatkan produser acara tersebut agar selalu melakukan briefing pada pengisi acaranya. Tak hanya itu, mereka juga harus diberi pengetahuan terkait hal yang tidak boleh dilakukan seperti penghinaan terhadap lambang negara, pelecehan SARA dan perilaku lainnya yang tak pantas.

Pihak stasiun televisi yang diwakili Jahja I Rianto  atau karib disapa Opa pun memberikan penjelasan terkait kejadian. Menurutnya, pernyataan tersebut keluar di luar dari skenario yang telah disusun. 

" Kami sangat terkejut dengan jawaban Zaskia dan langsung menegur keras Zaskia untuk segera menyampaikan permintaan maaf," kata Opa.

Setelah kejadian itu Zaskia pun meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Indonesia disela-sela program acara 'Dahsyat' kemarin, (Rabu,16 Maret 2016).

Dalam pernyataannya, Zaskia Gotik sangat menyesal, ia mengaku tidak sengaja dan di luar kesadaran saat melontarkan jawaban tersebut.

Beri Komentar