Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dennis Barnes (Foto: BBC/1 Photography)
Dream - Seorang siswa SMA di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS) bernama Dennis Barnes telah diterima di 125 perguruan tinggi sebelum dirinya lulus.
Remaja berusia 16 tahun itu merupakan siswa dari International High School of New Orleans, yang mendaftar ke 200 perguruan tinggi pada Agustus 2022 lalu.
Sejauh ini dia telah diterima di 125 kampus dan mengharapkan lebih banyak tawaran sebelum memutuskan ke mana harus menempuh studi.
Bahkan Barnes dapat memecahkan rekor nasional AS karena menerima beasiswa dengan total sebesar US$9 juta atau sekitar Rp132 miliar dari kampus-kampus tersebut.
" Tujuan saya adalah mencapai $10 juta," katanya kepada outlet media lokal WWL-TV.
Sebelumnya, rekor nasional diraih oleh orang Louisian lain bernama Normandie Cormier yang kini sedang menyelesaikan gelar master di Louisiana State University.
Dia pernah ditawari bantuan beasiswa dengan total sebesar US$9,4 juta dari 140 kampus pada tahun 2019.
Barnes mengatakan media sosialnya " meledak" saat berita tentang pencapaiannya tersebar. Pertanyaannya, apa yang membuat remaja ini bisa diterima oleh begitu banyak perguruan tinggi?
Dikutip dari BBC Barnes ternyata merupakan presiden National Honors Society yang fasih berbahasa Spanyol, memiliki nilai rata-rata (IPK) hampir sempurna dan sudah mengejar kredit perguruan tinggi di Universitas Selatan di New Orleans.
" Saya mulai di awal tahun ajaran dan seiring waktu, dalam jangka waktu yang lama, saya melamar," katanya.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh sekolahnya, Barnes berencana mengejar gelar ganda dalam ilmu komputer dan peradilan pidana. Ia juga akan mengumumkan bulan depan perguruan tinggi mana yang akan dia masuki.
Dia mempunyai pesan kepada sesama para pelamar perguruan tinggi, " Jalan menuju masa depan yang sukses adalah merencanakan ke depan, berjejaring dengan mitra perguruan tinggi, dan ketahuilah bahwa jika Anda dapat melihat visi Anda, Anda dapat mencapai tujuan Anda."
Dream - Archangels Hendrik Meo Tnunay atau yang akrab disapa Nono, berhasil meraih juara 1 lomba matematika dunia, Abacus World Competition. Bocah berusia delapan tahun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini tak hanya membuat bangga keluarga, tapi juga Indonesia.
Siswa kelas dua SD Inpres Buraen 2 ini memiliki kemampuan luar biasa dalam hal berhitung. Ia berhasil mengalahkan sekitar 7.000 peserta dari seluruh dunia.
Nono merupakan anak pertama dalam sejarah Indonesia yang berhasil menjuarai kompetisi tersebut sejak diselenggarakan pada 2003.
Pada kompetisi tersebut, Nono berhasil menyelesaikan 15.201 file dalam jangka waktu satu tahun. Setiap file mengandung 10 soal.

Sehingga total soal yang mampu dikerjakan oleh Nono adalah 152.010 soal yang diujikan dalam bentuk virtual dan listen dalam Bahasa Inggris.
Sedangkan posisi ke dua dan ke tiga yang ditempati oleh Qatar dan USA, hanya mampu mengerjakan setengah dari soal yang dikerjakan oleh Nono.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Biro Umum Setda Provinsi NTT, terlihat bahwa Nono tengah memamerkan skill berhitungnya di depan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Nono dengan tenang dan tepat menjawab semua soal matematika yang ditanyakan kepadanya.
Ia bahkan bisa menyelesaikan soal dengan cepat tanpa menggunakan alat bantu atau kalkulator.

Viktor mengaku bangga dan takjub dengan kemampuan yang dimiliki oleh Nono. Ia mengatakan peran guru sangatlah penting untuk membawa anak agar memiliki otak yang cerdas.
" Saya merasa senang dan bangga melihat anak seperti nono yang cerdas dan membanggakan NTT tetapi juga dunia dan peran guru yang sangat penting dan baik dalam dunia pendidikan membawa anak yang cerdas," kata Viktor.
Abacus World Competition adalah ialah kompetisi matematika yang diikuti oleh siswa Abacus Gym di seluruh dunia.
Adapun pemenang dari perlombaan ini dihitung berdasarkan skor yang dihitung dari jumlah file yang dikerjakan oleh siswa selama satu tahun. Satu file terdiri dari 10 soal.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa