7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
ACB Menemukan 'tabungan' Milik Adhikari (hindustantimes.com)
Dream - Petugas Anti-Korupsi Bengali (ACB) pada Jumat pekan kemarin menyita sejumlah uang suap dari rumah pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Kota Bally, Bengali Barat, India. Sebagian besar uang itu ditemukan tersembunyi di balik ubin kamar mandi dan tangki air di atas atap.
Petugas ACB menggerebek kediaman Pranab Adhikari atas dasar laporan yang diajukan oleh seorang pemborong. Pemborong itu mengatakan, Adhikari minta uang 1 juta rupee (atau setara Rp 211 juta lebih) agar gedung yang dibangunnya berjalan lancar.
Para petugas ACB yang menindaklanjuti laporan itu segera melakukan penindakan. Tak disangka, mereka menemukan uang yang masih terbungkus rapi yang tersembunyi di balik ubin dinding kamar mandi dan bahkan tangki air yang sudah tidak dipakai.
" Kami terkejut menemukan uang tunai dalam jumlah besar tersembunyi di balik ubin dinding kamar mandi dan tangki air. Jumlahnya bernilai sangat besar," kata seorang pejabat senior ACB.
Para petugas ACB tidak hanya menemukan uang dari dalam rumah Adhikari. Saat melakukan pencarian intensif, mereka juga menemukan barang berharga lainnya.
" Kami juga menemukan perhiasan emas senilai lebih dari 14 juta rupee, berlian, dua buku deposito yang semuanya tidak jelas asal usulnya," tambahnya.
Menurut ACB, istri Adhikari berusaha menarik perhatian warga setempat dengan mengatakan jika petugas ACB adalah perusuh yang ingin menjarah rumahnya. Tetapi, ketika warga tiba di rumah Adhikari, petugas yang menyamar mengungkapkan identitas mereka.
PNS kota Bally tersebut kemudian diserahkan ke kantor polisi Malipanchghara. Di hari Sabtu kemarin, Adhikari menjalani penyidikan lebih lanjut sebelum dihadapkan di sidang pengadilan.
Polisi juga menangkap putra Adhikari, seorang mahasiswa teknik, karena menyerang dan menghalang-halangi petugas. Diduga putra Adhikari juga ikut menikmati uang suap yang diperoleh ayahnya.
Saat ditangkap Adhikari sempat akan melarikan diri. Tetapi, petugas ACB dibantu polisi berhasil menangkapnya.
" Menurut informasi, Adhikari melarang siapa pun untuk membersihkan tangki air," kata polisi.
Warga setempat akhirnya juga menganggap Adhikari sebagai PNS yang tidak jujur. Sebab, Adhikari pernah minta uang agar bisa memberikan sanksi terkait rencana pembangunan di Bally.
Sumber: Hindustan Times
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?