Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pohon Palsu Untuk Memantau Pasukan Musuh (Foto: Al Arabiya)
Dream - Awal Perang Dunia I, militer Prancis mencari cara untuk bersembunyi dari serangan tertara Jerman. Prancis kemudian membuat kamuflase untuk mengelabuhi pasukan Jerman di medan pertempuran.
Jenderal Prancis, de Castelnau, mengatakan kepada pelukis Lucien-Victor Guirand de Scevola untuk mengembangkan cara menyembunyikan para prajurit, terutama mereka yang ditugaskan untuk memantau garis depan.
Saat itulah mereka mulai menggunakan " pohon palsu" . Tentara Prancis mendirikan menara pemantauan besi dan menyembunyikan tentaranya dengan menutupinya dengan ranting pohon dan daun.
Pertama kali teknik itu digunakan pada Mei 1915 selama pertempuran Kedua Artois. Ketika itu digunakan untuk memantau basis Jerman dan mengarahkan artileri.
Dengan keberhasilan gagasan itu, Inggris mengirim sejumlah ahli untuk mempelajari teknik yang dikembangkan tentara Prancis.
Para pejabat Inggris mengembangkan teknik untuk membuat pohon yang terlihat persis sama dengan pohon asli.
Pimpinan militer Inggris ditugaskan mempelajari teknik yang digunakan Prancis kepada pelukis Inggris, Solomon Joseph Solomon. Tim insinyur melakukan penelitian pada satu pohon sebelum akhirnya menjelaskan temuan mereka.
Solomon kemudian menggunakan teknik pematung Leon Underwood. Dia membangun tiruan menara pemantau seperti pohon yang dibangun dari tabung besi yang cukup lebar untuk menutupi seorang prajurit.
Di dalam silinder, Solomon menempatkan tangga dengan kursi di atas setinggi 3 meter. Tentara dapat duduk di atas tangga dan memonitor pergerakan musuh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya