Masuk Penyidikan, Petinggi Sunda Empire Diperiksa Polisi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Januari 2020 14:01
Masuk Penyidikan, Petinggi Sunda Empire Diperiksa Polisi
Kasus Sunda Empire kini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

Dream - Keberadaan Sunda Empire tidak luput dari pantauan kepolisian. Polda Jawa Barat telah meningkatkan status kelompok ini dari penyelidikan ke penyidikan dan segera menetapkan tersangka.

" Untuk tersangka, tunggu pemeriksaan besok, kasus sudah naik ke penyidikan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Komisaris Besar Hendra Suhartiyono, dikutip dari Liputan6.com.

Hendra mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan kepada petinggi Sunda Empire berinisial NB. Beberapa waktu lalu, NB juga menjalani pemeriksaan.

" Ada pemeriksaan lagi, salah satunya NB," kata Hendra. 

1 dari 5 halaman

Delapan Saksi Diperiksa

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga, menyatakan delapan orang telah dimintai keterangan terkait kasus Sunda Empire. Pemeriksaan tersebut dijalankan dua kali dengan masing-masing sesi untuk empat orang.

Pada pemeriksaan pertama, Polda Jabar memanggil dua anggota Sunda Empire, budayawan, serta staf Universitas Pendidikan Indonesia. Sedangkan di pemeriksaan kedua, didatangkan empat orang saksi.

Empat saksi tersebut terdiri dari pihak Kesbangpol Provinsi Jabar, Rektor Universitas Islam Bandung, sejarawan Universitas Padjadjaran, serta pihak UPI.

Sunda Empire merupakan kelompok yang menyebut diri mereka sebagai penguasa dunia. Anggotanya adalah negara-negara di seluruh dunia dan mengklaim punya kemampuan menghentikan nuklir.

2 dari 5 halaman

Geger Sunda Empire, Ingin Mengatur Dunia dari Bandung

Dream - Sorotan terhadap Keraton Agung Sejagat di Purwokerto belum usai, kini muncul perkumpulan bertema serupa dengan nama Sunda Empire. Keberadaan kelompok berseragam ala tentara ini muncul di unggahan Renny Khairani Miller.

Entah bercanda atau sungguhan, yang jelas Renny mengklaim diri sebagai mayor jenderal personel penjaga keamanan untuk Sunda Empire.

" Jabatan Kepala Komando bidang Sekretaris Jenderal untuk Wilayah Atlantik. Sebagai tentara pengawal perdamaian dunia beliau (Renny) berhak memegang ID Card Immnunity Right, UN ID juga ID Extraterritorial dan nomor ID teregister di markas besar Pentagon," tulis Renny, 2 Maret 2019.

Dalam foto-foto tangkapan layar yang tersebar di media sosial, Sunda Empire-Earth Empire disebut akan menyambut Indonesia baru. " Yang lebih makmur dan sejahtera," tulisnya.

 Unggahan Rheny Miller© Facebook

3 dari 5 halaman

Sunda Empire Sebagai Mercusuar Dunia

 Unggahan Rheny Miller© Facebook

Pusat pemerintahan Sunda Empire akan berada di Bandung, Jawa Barat. Dari Bandung pula, sistem ini akan mengatur dunia.

" Sistem pemerintahan dunia yang dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia," kata dia.

Renny mengajak para pengikutnya di Facebook untuk menjalankan hidup yang lebih baik bersama Sunda Empire.

" Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya untuk membayar tagihan yang terus naik dan biaya hodup yang terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yang tidak gratis, setelah itu kita tua dan mati," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Sistem Pemerintahan

 Unggahan salah satu anggota Sunda Empire© Facebook

Unggahan salah satu anggota Sunda Empire

Dalam unggahan di akun anggota lain Sunda Empire, Mahmudi Adec, pemimpin kelompok ini disebut sebagai GPM HRIH Nasri Banks.

Menurut Nasri, tidak satupun manusia di muka Bumi yang memprotes maklumat Sri Ratu Jaya Singawarman. Sosok ini mengklaim pemilik bumi.

" Sistem pemerintahan Kekaisaran Sunda-Kekaisaran Bumi dijalankan oleh Pemerintahan dibawahnya yg bertindak sebagai Steering Committee (SC) atau Panitia Pengendali," tulis Nasri.

Menurut laman Pojoksatu.id, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso menyebut masih akan mendalami kasus ini.

" Nanti ya masih didalami," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Setelah Keraton Agung Sejagat Muncul Kerajaan Jipang, Apa Bedanya?

Dream - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, tak mempermasalahkan keberadaan Kerajaan Jipang di Blora. Nama kerajaan ini mencuat setelah kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

Menurut pria yang karib disapa Gus Yasin itu, Kerajaan Jipang tak meresahkan masyarakat. Putra almarhum KH Maimoen Zubair ini menambahkan, keberadaan Kerajaan Jipang di Kecamatan Cepu berbeda dengan Keraton Agung Sejagat.

" Yang saya dengar Keraton Jipang di Kecamatan Cepu sudah beberapa tahun yang lalu berdiri dan tidak ada keresahan," kata Gus Yasin, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 17 Januari 2020.

Meski begitu, dia akan tetap meminta konfirmasi kepada pemerintah setempat mengenai keberadaan keraton atau kerajaan baru atau lama yang diaktifkan kembali.

Kanjeng Raden Adipati Arya Jipang II, Barik Barliyan, mengklaim kehadiran Keraton Jipang diakui secara resmi. Keraton ini punya legalitas di bawah Yayasan Keraton Jipang dan terdaftar sebagai anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.

" Historical-nya valid," kata Barik.

Beri Komentar