Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muhammad Hatta (Foto: Merdeka.com)
Dream - Sebuah potret lawas memperlihatkan momen saat Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) pertama Mohammad Hatta menghadiri pemakaman kenegaraan jadi sorotan publik. Kala itu, Bung Hatta diketahui hadir dalam pemakaman mendiang Mantan Perdana Menteri Sutan Sjahrir.
Potret tersebut dibagikan akun Instagram @sejarahnusatara45. Bukan hanya sosok Bung Hatta yang tersorot, sosok disampingnya pun jadi perhatian.
" Pemakaman Kenegaraan Mendiang Mantan Perdana Menteri Indonesia Sutan Sjahrir," tulis keterangan unggahan, dikutip Kamis 7 Oktober 2021.
Dalam keterangan unggahan, disebutkan bahwa foto tersebut diambil saat keduanya menghadiri pemakaman kenegaraan mendiang mantan Perdana Menteri Indonesia Sutan Sjahrir, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada 19 April 1966.

Dalam foto yang dibagikan, tampak Bung Hatta berjalan di bawah rintik hujan di tengah kerumunan pelayat yang hadir. Sementara itu, Jenderal Soeharto terlihat mendampingi Bung Hatta sambil memayungi negarawan yang dikenal sebagai bapak koperasi itu.
" Mantan Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta (kiri) dan Menteri Pertahanan Suharto (kanan) terlihat di pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Indonesia Sutan Sjahrir pada 19 April 1966 di Jakarta, Indonesia," tulis keterangan unggahan.
View this post on Instagram
Dream - Di masa kepemimpinannya, Presiden Soeharto kerap kali mengadakan acara 'Gelar Nusantara Anak Indonesia' atau Gelantara sebagai peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh saban 23 Juli.
Acara yang biasa digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, itu biasa mempertemukan anak-anak berprestasi di setiap kota guna mewujudkan bibit-bibit persahabatan sekaligus memperkuat pesatuan bangsa.
Di tahun 1994, ada satu momen pada acara Gelantara yang cukup menyita perhatian publik. Seorang bocah SD melayangkan pertanyaan tak biasa kepada Pak Harto.
Dalam kanal YouTube HM, terlihat satu per satu bocah SD melontarkan pertanyaan polos kepada orang nomor satu di Indonesia kala itu. Pertama dari Papua, lanjut Kalimantan, berbagai pulau lain dan yang terakhir bocah asal Sulawesi Tengah.
" Nama saya Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai. Saya mau tanya, mengapa Presiden di Indonesia cuma satu. Padahal Indonesia sangat luas," katanya seperti dikutip dari kanal YouTube HM Soeharto.
Sontak gelak tawa memecah keheningan. Ibu Tien, yang kala itu menjadi Ibu Negara, tepat di samping Presiden Soeharto pun ikut tertawa.
" Presiden itu hanya satu untuk memimpin negara dan bangsa. Nanti kalau ada dua atau tiga, lantas berjalan tidak baik. Banyak pemimpin, banyak kapten kemudian lantas negara menjadi rusak," jawab Soeharto.
Mendapat pertanyaan tak biasa itu, Presiden Soeharto langsung memberikan senyuman manis dan memberikan penjelasan yang sekiranya bisa diterima anak-anak.
" Tapi terang bahwasanya Presiden yang satu ini hanya melaksanakan apa yang diputuskan oleh rakyat melewati MPR. Walaupun satu tapi sebenarnya terikat. Terikat pada garis besar negara, terikat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945. (Presiden) Satu saja untuk lima tahun, nanti dipilih lagi, begitu seterusnya" terang Soeharto.
Pak Harto lantas menanya balik bocah itu. Pertanyaan Pak Harto langsung membuat suasana hening.
" Kamu kenapa tanya begitu? Kamu siapa yang suruh? Karena hanya ingin tahu saja? Kaya di rumah bapak kamu hanya satu kan?," tanyanya yang ditutup tawa.
" Iya pak," jawab bocah itu.
Setelah 27 tahun berlalu, bocah bernama Hamli asal Banggai, Sulawesi Tengah, itu kembali viral setelah video lawasnya beredar di media sosial.
Dilansir kanal YouTube Farhan Perdana, ia mengaku mencari sosok Hamli dan menemukannya.
" Halo nama saya Hamli. Saya peserta Gelantara tahun 1994. Yang lagi banyak dibicarakan di YouTube, yang tanya ke Pak Soeharto. Banyak juga yang mengira saya sudah meninggal. Sampai sekarang alhamdulillah saya masih hidup," kata Hamli.
Dalam video tersebut, Hamli menunjukkan bukti selembar piagam yang menguning sebagai bukti dirinya memang bocah SD yang melontarkan pertanyaan tak biasa ke Pak Harto.
" Ini bukti dari saya sebagai peserta yang bernama Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah. Karena masih banyak teman-teman yang tidak percaya. Mungkin itu saja bukti yang tersimpan, sebagai kenangan Piagam Peserta Gelantara tahun 1994," ungkap Hamli.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya