Komcad TNI Resmi Berdiri, Berisi 3.103 Anggota Siap Tempur

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 7 Oktober 2021 12:12
Komcad TNI Resmi Berdiri, Berisi 3.103 Anggota Siap Tempur
Anggota Komcad ini berasal dari berbagai profesi.

Dream - Presiden Joko Widodo meresmikan berdirinya Komponen Cadangan TNI 2021. Sebanyak 3.103 anggota Komcad ditetapkan pada tahun ini.

" Dengan mengucap Bismilllahir rahmanir rahim, pada hari ini, Kamis, 7 Oktober tahun 2021 pembentukan Komponen Cadangan tahun 2021 secara resmi saya nyatakan ditetapkan," ujar Jokowi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Peresmian digelar di Lapangan Terbang Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Dalam pelantikan tersebut, Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Anggota komponen cadangan ini terdiri dari beragam profesi. Menurut Jokowi, masa aktif komponen cadangan tidak berjalan setiap hari.

" Anggota komponen cadangan tetap berprofesi seperti biasa, masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat melakukan pelatihan dan pada mobilisasi," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Selalu Siaga

Meski demikian, Jokowi mengingatkan Komcad harus selalu siaga saat dibutuhkan. Dalam kondisi darurat militer, komponen ini akan dikerahkan.

" Anggota komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara. Komponen cadangan dikerahkan bila negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo melaporkan Komcad 2021 ini merupakan anggota yang lolos seleksi pada 1-17 Juni 2021. Kemudian, para anggota memiliki Latihan Dasar Kemiliteran yang digelar 21 Juni-18 September 2021.

" Penetapan tanggal 7 Oktober 2021 Komponen Cadangan sejumlah 3.103 orang terduiri dari Rindam Jaya 500 orang, Rindam III/Siliwangi 500 orang, Rindam IV/Diponegoro 500 orang, Rindam V/Brawijaya 500 orang, Rindam Tanjung Pura 499 orang, Universitas Pertahanan 604 orang," ucap Prabowo.

2 dari 5 halaman

Viral Video Paspampres Tembak Jatuh Drone Liar Dekat Jokowi di PON XX Papua

Dream - Beredar sebuah video aksi seorang Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) tengah melumpuhkan drone-drone liar di sekitar lokasi pembukaan PON XX Papua.

Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @Indonesia_army88. Terlihat seorang pria memegang alat mirip pistol raksasa berwana hitam, tengah mengamati langit di sekitar lokasi keberdaan Jokowi. Alat itu berguna untuk melumpuhkan sinyal drone liar.

" Jadi saat pembukaan #PONXXPapua2021 kemarin, ada personel Paspampres yang dilengkapi dengan senjata pelumpuh drone. Ada lebih dari 15 drone liar yang dilumpuhkan," demikian keterangan unggahan tersebut.

3 dari 5 halaman

Paspampres lumpuhkan drone© Instagram

Aksi melumpuhkan drone yang dilakuakn anggota Paspampres itu sesusai dengan peraturan pengamanan Presiden.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2018, penghentian pengoperasian dalam bentuk menjatuhkan pada area yang aman, termasuk dalam pengenaan sanksi, salah satunya disebabkan tidak memiliki persetujuan atau beroperasi tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Alat pelumpuh drone yang digunakan oleh Paspampres dalam PON XX Papua merupakan salah satu jenis alat penangkap drone yang ada di dunia.

Salah satunya yang paling populer yaitu drone gun tactical jammer. Jenis ini mengadopsi model man portable. Alat itu menyerang jalur komunikasi dan kendali drone lewat frekuensi.

Untuk menggunakannya pun relatif mudah dan tidak butuh pelatihan khusus, cukup membidik dan mengunci sasaran drone, kemudian gunner dapat menggiring drone hingga ke permukaan dan selanjutnya dapat dilakukan investigasi.

4 dari 5 halaman

Ramai Jadi Perbincangan Netizen

Setelah video tersebut dibagikan, unggahan itupun langsung viral di media sosial. Tak sedikit dari mereka mengaku baru pertama kali melihat alat yang disebut Jammer tersebut. 

" Baru tau aku, thx infonya," sahut akun netizen.

" Om mimiiiin aku juga baru tau deh... kalo ga dikasih tau om mimin aku juga pasti kudet," kata akun lain.

" Kalau gak salah banyak kasus di gudang peluru bekasi, drone terbang melewati area militer dan mau gak mau dijammer," tulis akun netizen.

" Emang gitu kalo drone liar apalagi di kawasan yang rawan ada orang penting atau tempat tertentu, Kalau drone yang sudah terdaftar pasti aman, didampingi pula oleh personel Paspampres," kata akun lainnya.

 

Beri Komentar