Prajurit Mengaku Tertipu Rekan Serang Polsek Ciracas, KSAD: Salah Sendiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 31 Agustus 2020 10:01
Prajurit Mengaku Tertipu Rekan Serang Polsek Ciracas, KSAD: Salah Sendiri
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika tidak akan menolerir tindakan para pelaku yang mengaku tertipu rekannya sendiri.

Dream - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, marah kepada anggotanya yang melakukan penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu pekan lalu. Mengaku tertipu ucapan rekannya, KSAD menegaskan para prajurit penyerang itu tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

" Itu adalah tanggung jawab masing-masing prajurit. Kita tidak mau terima, mau tersulut apa kek, yang jelas mereka melakukan tindakan apa, ya tanggung jawab," ujar Andika, dikutip dari Liputan6.com.

Diketahui sejumlah anggota TNI menyerang Polsek Ciracas dipicu pengakuan bohong dari Prada MI. Kepada rekan-rekannya, Prada MI mengaku dikeroyok sementara kepada atasan mengaku kecelakaan tunggal.

Meski para pelaku merasa tertipu dengan pengakuan MI, Andika menegaskan tidak akan menolerir tindakan mereka.

" Mau mereka ketipu (MI) mau enggak, salah sendiri. Kami tidak akan menolerir lagi. Tidak boleh kejadian seperti ini terjadi lagi dan mereka harus bayar," kata Andika.

 

1 dari 5 halaman

Ada Harga Harus Dibayar

Andika juga memastikan penyelidikan atas kasus ini terus berlanjut. Dia pun meminta bantuan masyarakat agar kasus tersebut bisa terkuak.

" Kami minta bantuan dari masyarakat supaya mereka tidak lengkang kangkung saja, bantu kami," kata Andika.

Andika juga meminta para prajurit TNI AD yang mengetahui kejadian tersebut untuk kooperasi. Dukungan personel TNI AD yang lain menjadi kunci keberhasilan penanganan kasus ini.

" Siapapun yang terlibat, apapun perannya, bisa kita bawa ke proses hukum," ucap Andika.

 

2 dari 5 halaman

Sehingga, para pelaku mendapat ganjaran dan ada harga yang harus dibayar. Dia menegaskan, semua yang terlibat dan datang ke TKP harus bertanggung jawab.

" Supaya mereka merasakan bagaimana rasanya bertanggung jawab. Ada beberapa harga yang harus mereka bayar, supaya jadi pelajaran semua tidak boleh main hakim sendiri," kata Andika.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

3 dari 5 halaman

KSAD Berlakukan Pemecatan Pada Prajurit Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas

Dream - Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa, menyatakan para anggota yang terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas akan mendapat hukuman yang tegas. Salah satu bentuk hukuman tersebut yaitu pemecatan.

Andika mengatakan para prajurit itu akan dikenai sanksi pidana. Sedangkan pemecatan akan menjadi opsi tambahan.

" Kita berikan hukuman tambahan kepada semuanya, yaitu pemecatan," ujar Andika, dikutip dari Liputan6.com.

Andika menegaskan lebih baik kehilangan anggota karena dipecat akibat penyerangan Polsek Ciracas. Daripada nama baik TNI AD harus rusak akibat perilaku yang tak bertanggung jawab.

" Lebih baik kita kehilangan 31 atau berapapun yang terlibat, apapun perannya, daripada nama TNI Angkatan Darat terus rusak oleh tingkah laku-tingkah laku yang tidak bertanggung jawab, dan sama sekali tidak mencerminkan sumpah prajurit yang mereka ucapkan, janjikan, pada saat mereka menjadi prajurit TNI Angkatan Darat," kata Andika.

 

4 dari 5 halaman

Pelaku Harus Ganti Rugi

Tak hanya itu, Andika menegaskan para pelaku penyerangan Polsek Ciracas juga diharuskan membayar ganti rugi. Dia menyatakan hal tersebut sudah ada mekanismenya.

" Kita juga akan membuat mekanisme agar mereka semua menjadi tersangka dan menjadi terdakwa, mengganti segala kerusakan maupun biaya pengobatan," kata Andika.

Selanjutnya, Andika mengatakan telah menugaskan Pangdam Jaya mendata semua kerusakan dari insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut.

" Pangdam Jaya mendapatkan tugas dari saya untuk menghimpun semua kerusakan yang ditimbulkan dari insiden tersebut," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Diperiksa Ketat, Tak Bisa Terhubung dengan Dunia Luar

Sejauh ini, 12 personel TNI AD sudah menjalani pemeriksaan dan 19 lainnya masih menunggu giliran. Semuanya saat ini ditahan di markas Polisi Militer Kodam Jaya.

" Jadi total berarti nanti ada 31 dan pemeriksaan ini akan berlangsung dan akan dipenuhi semua kebutuhan administrasi, sehingga mereka tidak akan bisa lagi komunikasi dengan orang di luar," kata dia.

Menurut Andika, dari 12 anggota yang diperiksa diketahui ada yang berpangkat sersan mayor. Tidak menutup kemungkinan ada saksi dengan pangkat tinggi lainnya turut terlibat dalam insiden ini.

" Sejauh ini adalah sersan mayor, tapi kita tidak mau puas di sini, karea ada komunikasi yang menyebut bukan hanya jabatan tetapi sebutan yang tinggi dan lebih dari sersan mayor," ucap Andika.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Beri Komentar