7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Jokowi Didampingi Oleh Para Duta Besar Dan Kepala BIN Meninjau Vaksinasi Door To Door Di Kalimantan Utara. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream – Presiden Joko Widodo mendesak percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia hingga 70 persen sampai akhir tahun 2021. Dengan makin banyaknya masyarakat yang telah divaksin diharapkan kekebalan komunitas (herd immunity) yang bisa tercapai lebih cepat.
Salah satu upaya mencapai target tersebut dilakukan salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi dari rumah ke rumah demi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah inilah yang disaksikan langsung presiden saat kunjungan kerja ke Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur.
“ Pelaksanaan dari pintu ke pintu, vaksinasi jemput bola yang dilakukan oleh BIN,” kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa 19 Oktober 2021.

Proses pelaksanaan vaksinasi tersebut dengan mendatangkan vaksinator ke rumah-rumah warga. Menurut mantan walikota Solo tersebut hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan vaksin dengan cepat.
“ Vaksinator datang dari rumah ke rumah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar mendapatkan vaksin dengan cepat,” ujar Jokowi yang saat itu didampingi oleh para Duta Besar dan Kepala Bin.
Vaksinasi door to door ini diharapkan bisa membantu target vaksinasi nasional yang ditargetkan mencapai 70 persen pada akhir tahun nanti.
“ Hal ini untuk mempercepat vaksinasi nasional. Karena kita berharap kita targetkan di akhir tahun nanti lebih dari 70 persen penduduk kita telah divaksinasi,” lanjutnya.
Diketahui, pelaksnaaan vaksinasi massal hari ini melibatkan 70 ribu peserta dari berbagai provinsi dan kelompok usia. Sebanyak 30 ribu untuk masyarakat umum, sementara 40 ribu lainnya untuk pelajar SMP, SMA, SMK, dan para santri.
Vaksinasi dilakukan di beberapa provinsi yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Jambi, Sulawesi Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Dengan adanya vaksinasi ini Jokowi berharap perlindungan bisa diberikan maksimal kepada masyarakat.
“ Diharapkan dengan vaksinasi ini perlindungan bisa diberikan secara maksimal kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa terproteksi dari penyebaran covid-19,” pungkasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?