Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Beli Klub Sepak Bola Agar Anaknya Bisa Main Di Pertandingan Resmi. (Foto: Video YouTube)
Dream - Bagi orang yang tajir melintir, kehilangan uang dalam jumlah besar tidak mengapa asal keinginan bisa terwujud.
Begitulah kira-kira pemikiran He Shihua, seorang pengusaha 35 tahun yang sangat menyukai olahraga sepak bola.
Shihua baru-baru ini membeli klub sepak bola divisi dua supaya dia dan putranya bisa bermain dalam pertandingan resmi.
Dengan menjadi pemilik klub sepak bola tersebut, dia bisa menekan pelatih memasukkan dirinya ke dalam anggota tim.
Shihua membeli Zibo Cuju FC yang merupakan tim di divisi dua Liga Utama China. Shihua sendiri pernah menjadi pemain di klub tersebut pada masa lalu.
Sebagai pemegang saham utama di Zibo Cuju, Shihua bisa berbuat seenaknya. Dia bebas memilih nomor punggung dan meminta untuk jadi penyerang.
Tidak cukup sampai di situ. Awal bulan ini, pengusaha muda ini menekan sang pelatih untuk memasukkan putranya ke dalam susunan pemain inti.
Masuknya putra Shihua sebenarnya tidak akan menarik terlalu banyak perhatian jika memiliki keterampilan dan kemampuan bermain sepak bola.
Tetapi putranya yang berbobot 126 kilogram benar-benar seperti sebuah beban bagi Zibo Cuju dalam menjalani pertandingan demi pertandingan.
Meski tak punya skill bermain bola sama sekali, rekan satu timnya tidak bisa mengeluh dan berbuat banyak dalam menghadapinya.
Mereka terlalu takut dipecat oleh pemilik klub jika mempertanyakan keputusan pelatih memasukkan putra Shihua dalam tim.
Keputusan Shihua menggunakan klub sepak bola sebagai jalan untuk menyenangkan dirinya dan putranya yang kelebihan berat badan viral di media sosial.
Ada sebagian yang memuji keberanian dan ambisi pria tersebut. Namun sebagian lain menganggap tindakan Shihua sebagai penghinaan terhadap dunia sepak bola.
Shihua juga dianggap telah merendahkan martabat sekaligus mempermalukan pelatih dan para pemain Zibo Cuju.
Cemoohan netizen sebenarnya bukan tanpa alasan. Masalahnya, sejauh ini, duo bapak-anak tersebut belum membuktikan kemampuannya.
Zibo Cuju menjadi klub yang menduduki posisi paling bawah di Liga Utama China, dengan hanya meraih satu poin dari lima pertandingan.
Sumber: OddityCentral.com
Video aksi putra Shihua saat menjalani pertandingan resmi di Liga Satu China yang benar-benar terlihat tidak profesional sama sekali.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam