Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dave Heeley, Pelari Maraton Buta Pertama Di Dunia (dailymail.co.uk)
Dream - Dave Heeley, 57 tahun, mungkin tidak bernasib mujur seperti orang kebanyakan. Pria asal West Bromwich, Inggris ini tidak bisa menyaksikan indahnya dunia lantaran buta.
Tetapi, kebutaan itu tidak menghalanginya untuk berprestasi. Ia berhasil menyelesaikan tantangan terberat, berlari menyusuri jarak 160 mil, sekitar 257,5 kilometer melintasi Gurun Sahara dalam ajang 'Marathon des Sables'.
Ayah dari tiga anak ini dijuluki 'Si Buta Dave'. Ia sanggup berlari dengan beban di punggung, pada medan perbukitan yang suhunya bisa naik mencapai 50 derajat selama enam hari meskipun buta.
Di ajang ini, Dave dibantu dua rekan setianya, Resemary Rhodes dan Tony Ellis. Ia menyelesaikan misinya dengan mencapai garis finis pada hari Jumat pekan lalu.
"Medan itu adalah medan yang dia (Dave) sama sekali tidak tahu cara mengatasinya," ujar istri Dave, Debbie, seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Senin, 13 April 2015.
Bahkan, kata Debbie, tim yang menyertai Dave pun belum pernah sekalipun berlatih pada medan perbukitan. Menurut dia, Dave dan dua sahabatnya harus menyelesaikan tantangan lebih lama dibandingkan peserta yang lain dalam menyusuri medan dengan badai pasir sebagai tantangan lainnya.
"Mereka harus naik dan turun bukit yang begitu sulit, terutama jika anda tidak bisa melihat," katanya.
Alhasil, keberhasilan Dave membuat Debbie begitu bangga dengan suaminya. Menurutnya, maraton ini merupakan momen puncak yang sanggup ditaklukkan Dave.
"Dia telah menyelesaikan banyak tantangan sulit di masa lalu, tapi ini yang teratas. Saya sangat bangga padanya," ungkapnya.
Dave telah mengikuti beberapa ajang maraton dunia sejak tahun 2008. Ia melakukannya demi sebuah misi amal yang disalurkan melalui Yayasan Albion.
Pada tahun 2008, Dave berhasil menaklukkan tantangan Seven Magnificent Marathons, melintasi tujuh benua dalam waktu satu minggu. Ia berlari melintasi rute Port Stanley di Falkland Islands (Antartika) ke Santiago di Chili (Amerika Selatan), Los Angeles di Amerika Serikat, Sidney di Australia, Dubai di Uni Emirat Arab (Asia), Nairobi di Kenya (Africa), sebelum mencapai finis di London Marathon.
Sejauh ini, ia berhasil mengumpulkan dana amal sebanyak 20.000 Euro, setara Rp272.917.477. Ia berharap bisa mengumpulkan uang lagi sebanyak 10.000 Euro, setara Rp136.458.739.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari