Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Pria Yang Mencuri Mayat Untuk Dijadikan Boneka Di Rumahnya (Foto: East2west News/Daily Star)
Dream – Bodysnatcher Anatoly Moskvin punya perilaku mengejutkan. Pria 59 tahun asal Rusia tersebut telah mencuri 29 mayat gadis dari permakaman untuk dijadikan boneka di rumahnya.
Menurut laman Daily Star, Moskvin merupakan seorang sejarawan yang mengalami gangguan kejiwaan. Dia membawa pulang mayat-mayat gadis itu dengan alasan kasihan.
“ Gadis-gadis itu dalam kondisi kedinginan, aku membawanya pulang dan menghangatkan mereka,” kata Moskvin.
Mayat-mayat itu dijadikan mumi dengan menggunakan lipstik dan makeup di wajahnya. Karena mengaku menyelamatkan gadis-gadis itu dari kedinginan, maka dia menolak meminta maaf pada keluarga mereka.
Mayat-mayat itu berada di sebuah flat yang ia tinggali bersama orangtuanya di Rusia. Anehnya, orangtua Moskvin yang sudah lanjut usia tidak curiga dengan tindakan anaknya tersebut.

Moskvin mengaplikasikan makeup dan lipstik ke wajah mayat-mayat gadis itu, kemudian meletakkan kotak musik di bagian dada mereka. Sehingga tampak seperti boneka dengan suara musik.
Saat berada di persidangan, Moskvin pun menolak untuk meminta maaf kepada keluarga jenazah karena menurutnya hak orangtua sudah berakhir sejak putri mereka dikuburkan.
“ Gadis-gadis ini menurut saya sudah tidak memiliki orang tua. Saya tidak kenal satu pun dari mereka. Saat mereka menguburkan putri mereka, sejak itulah ha katas mereka telah berakhir,” ucap Moskvin.
“ Jadi saya tidak akan pernah meminta maaf,” jelasnya.

Moskvin berharap segera dibebaskan dari belenggu rumah sakit jiwa. Karena ia memikirkan ibunya di rumah yang sudah lanjut usia. Meskipun penyakit skizofrenia yang dideritanya sudah dirawat, ia tetap saja menolak untuk meminta maaf dan tidak mau menunjukkan penyesalan.
Dia ditahan pada 2011 silam karena kejahatannya. Ia mengaku melakukan 44 tuduhan menyalahgunakan mayat para gadis berusia tiga hingga 12 tahun.
Sebelumnya Moskvin mengatakan kepada orangtua gadis-gadis itu bahwa mereka dengan tega meninggalkan anak-anaknya kedinginan di pemakaman. Lantas ia mengatakan membawanya pulang untuk menghangatkan mereka.
Diketahui salah satu mayat adalah korban pembunuhan Olga Chardymova yang berusia 10 tahun saat ia meninggal.
Ibunya, Natalia Chardymova (46) tidak menyadari bahwa setiap kunjungan rutinnya ke makam putrinya, peti mati itu sudah kosong.
Natalia menolak keras pembebasan Moskvin. Ia menyebut manusia semacam itu membawa ketakutan dan teror bagi masyarakat.
“ Manusia semacam ini membawa ketakutan, terror dan kepanikan dalam hidupku dnegan pelecehan yang mengerikan terhadap anak-anak yang meninggal,” ungkap Natalia.
“ Saya akan senang jika ia menghabiskan waktunya di rumah sakit jiwa. Di lain sisi tidak bagus juga berbahagia tentang ini mengingat dia adalah orang yang sakit,” katanya.
Natalia menguburkan kembali jenazah putrinya tanpa batu nisan untuk mencegah Moskvin menemukannya kembali jika sudah dibebaskan dari rumah sakit jiwa.

Sementara ibu, ibu Moskvin, Elvira, yang sudah berusia 77 tahun mengatakan dia memang melihat ada banyak boneka di kamarnya. Namun ia tidak mengetahui ternyata boneka-boneka ukuran besar itu adalah mayat yang diawetkan.
“ Kami melihat boneka-boneka ini tapi kami tidak curiga sama sekali bahwa ternyata did alamnya ada mayat. Kami hanya berpikir itu hobinya dia untuk membuat boneka sebesar itu dan memang tidak ada yang salah dengan itu,” ungkap Elvira.
Elvira sedih dengan kasus yang menimpa putranya. Menurutnya penyelesaian di pengadilan itu menjadi bias saat putranya tidak bisa bergaul, bekerja, dan bahkan menikah.
Diketahui, minggu lalu hakim memperbarui penambahan penahanan Moskvin di rumah sakit jiwa selama enam bulan lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam