Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(siakapkeli.my)
Dream - Bagi kebanyakan orang, mendapatkan gelar akademik adalah proses yang sulit dan menguras energi.
Namun tidak demikian dengan Profesor VN Parthiban. Pria 56 tahun asal India yang mengajar di Chennai ini telah memperoleh 145 gelar selama 30 tahun terakhir.
Hebatnya, dia tidak memiliki rencana untuk berhenti belajar dan mengantongi gelar akademis selanjutnya.
Perjalanan Parthiban dimulai setelah mendapatkan gelar pertamanya. Parthiban pada awalnya adalah seorang siswa yang sering mencampuradukkan pekerjaan dan akademisnya sehingga menyebabkannya gagal dalam ujian.

Setelah akhirnya lulus, Parthiban bekerja di Departemen Kehakiman. Namun keinginannya untuk belajar tidak pernah pudar.
Dia kemudian memutuskan untuk kembali kuliah dan mendapatkan gelar ke dua, ke tiga dan seterusnya. Hingga akhirnya dia mendapatkan 142 ijazah lainnya.
Di antara daftar gelar yang didapat Parthiban selama 30 tahun itu adalah 3 gelar master dalam sains, 8 master hukum, 8 master keuangan, 9 gelar administrasi bisnis, 10 gelar master dalam seni dan 12 gelar di berbagai bidang studi.

" Saya sangat suka belajar. Itu tidak sulit. Saya sudah dalam proses mempersiapkan dan mengajukan ijazah atau diploma baru," katanya kepada Sunday Indian.
Ketika ditanya tentang pelajaran yang kurang dia kuasai, Parthiban menjawab 'matematika'.

Sayangnya, ada efek samping yang negatif terkait aktivitas belajar Parthiban yang seolah tak mengenal waktu ini.
Akibat terlalu banyak menerima informasi, daya ingat Parthiban dalam mengenali wajah orang berkurang. Dia juga sering lupa jalan yang pernah dia lewati.
Berikut Videonya...
© Dream
(siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya