Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pria 'Konser' di Peternakan Mainkan Saksofon, Reaksi Puluhan Sapi yang Sedang Makan Rumput Sangat Mengherankan

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 29 Oktober 2022 14:02
Pria 'Konser' di Peternakan Mainkan Saksofon, Reaksi Puluhan Sapi yang Sedang Makan Rumput Sangat Mengherankan
Terlihat ketika dia mulai memainkan alat musik, lantas sapi yang mendengarnya menunjukkan reaksi yang menarik.

Dream - Video viral menunjukkan seorang pria tengah bermain saksofon di sebuah peternakan. Namun yang terjadi setelahnya sungguh di luar dugaan.

Pria itu bermain saksofon di sebuah peternakan yang luas dengan hijaunya rumput yang tengah dimakan puluhan sapi. Pria bule tersebut mengatakan bahwa musik tidak memiliki bahasa dan video ini adalah buktinya. 

Terlihat ketika dia mulai memainkan alat musik, lantas sapi yang mendengarnya menunjukkan reaksi yang menarik. Beberapa sapi di peternakan mulai berkumpul ketika musik dimainkan.

1 dari 3 halaman

Video yang dibagikan oleh Tansu Yegen itu telah ditonton lebih dari 1 juta pengguna media sosial Twitter. Dia berdiri di tepi jalan menghadap ke sebuah peternakan.

musik saksofon

Ketika suara dari saksofon mulai mengalun, beberapa sapi yang sedang memakan rumput mulai meninggalkan makanannya. Pada saat dia menyelesaikan lagunya, tercatat sekitar 20-30 ekor sapi telah berada di depannya.

“ Kekuatan musik,” bunyi keterangan video.

2 dari 3 halaman

Video tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet yang menghubungkan efek musik untuk para sapi.

sapi

“ Penelitian telah menunjukkan bahwa memainkan musik downtempo atau klasik untuk sapi membantu mereka merasa lebih rileks, menghasilkan peningkatan produksi susu dan pengurangan hormon stres yang nyata. Ada bukti mereka menikmati musik, hanya saja tidak yakin apa yang mereka pikirkan saat mendengarkan,” tulis seorang pengguna di bagian komentar.

“ Ini menarik dan itulah yang biasa dilakukan #LordKrishna kita juga... serulingnya digunakan untuk menarik semua orang ke arahnya... bahkan sapi-sapinya!” tulis komentar lain.

Beri Komentar