Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Seorang Pria Di Prancis Yang Nekat Akan Melakukan Live Streaming Di Hari Kematiannya (Foto: Unsplash.com)
Dream – Seorang pria di Prancis bernama Alain Cocq ini nekat akan melakukan live streaming jelang hari kematiannya.
Karena penyakit yang sangat parah, Cocq akan melakukan live streaming kematiannya sebagai wujud protes atas ditolaknya permintaan euthanasia.
Euthanasia adalah sebuah tindakan sengaja untuk mengakhiri hidup seseorang yang mengalami sakit parah dan menderita, yang diliputi rasa sakit yang tak tertahankan dan tak bisa disembuhkan.
Eutanasia dilakukan dengan cara yang relatif cepat dan tanpa rasa sakit dengan alasan kemanusiaan.
Kasus yang dialami oleh Alain Cocq ini juga merupakan hal yang sama. Ia menderita penyakit yang sangat langka yang mana dinding arterinya saling menempel. Bahkan ia sudah tidak bisa makan dan minum lagi.
Dilansir dari laman Daily Star, sebagai bentuk protes atas ditolaknya permintaan euthanasia, ia mengancam akan melakukan live streaming di akun Facebooknya minggu depan sebagai perkiraan akhir dari umurnya. Mari kita simak informasi selengkapnya berikut ini.

Usai pemerintah Prancis melarang pemberlakuan euthanasia, Cocq akhirnya bertekad untuk mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya di live streaming facebook.
Lelaki berusia 57 tahun itu menderita penyakit langka dimana dinding arterinya saling menempel. Cocq sudah tidak bisa makan dan minum lagi. Segala perawatan apapun untuk memperpanjang umurnya sudah tidak dapat dilakukan oleh dokter.
Lantas Cocq meminta untuk dilakukan euthanasia. Namun Presiden Emmanuel Macron menolak permintaan itu karena prosedur euthanasia tetap dilarang diberlakukan di Prancis.

Saat ini Cocq sedang terbaring lemas. Rasa sakit yang dirasakannya sangat membuatnya menderita. Namun permintaan euthanasia yang membantunya untuk mengakhiri hidup tanpa rasa sakit masih illegal di negara Prancis.
Makai a mengancam akan melakukan live streaming di laman facebook selama berjam-jam menjelang kematiannya. Menurutnya video amatir itu akan meningkatkan kesadaran betapa pentingnya euthanasia.
Ia berharap tindakannya akan diingat dan menjadi pengingat jangka Panjang sebagai langkah untuk menciptakan legalitas hukum atas diperbolehkannya euthanasia.

Cocq mengunggah jawaban presiden Macron atas permintaannya di halaman facebook-nya.
“ Karena saya tidak memiliki hukum yang sesuai, maka saya tidak bisa memenuhi permintaan anda,” kata Macron dalam sebuah surat.
“ Saya tidak bisa meminta siapapun untuk melewati batas hukum negara saat ini. Keinginan anda adalah meminta bantuan aktif dalam upaya bunuh diri yang disengaja dan ini tidak diizinkan di negara kita,” tambahnya.
Untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat Prancis bahwa penderitaan yang disebabkan oleh undang-undang di negara bagiannya membuat Cocq merasakan sakit tiada terkira hingga hari kematiannya.
Ia tetap bertekad untuk melakukan live streaming di laman facebooknya sebagai bentuk protes atas hukum negara Prancis yang melarang langkah euthanasia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam