Profil Zainudin Amali, Calon Menteri Jokowi yang Pernah Jadi Saksi KPK

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 22 Oktober 2019 16:07
Profil Zainudin Amali, Calon Menteri Jokowi yang Pernah Jadi Saksi KPK
Rumah Zainudin Amali pernah digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dream - Sejumlah calon menteri dari kalangan partai politik mulai dipanggil ke Istana untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya politisi Partai Golkar, Zainudin Amali.

Zainudin merupakan sosok pengusaha dan menjadi anggota DPR selama tiga periode di tiga daerah pemilihan berbeda, yakni 2004-2009 dapil Provinsi Gorontalo, 2009-2014 mewakili Jawa Timur, dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Madura.

Pria yang lahir di Gorontalo pada 16 Maret 1962 ini menikah dengan Nadiah dan dikaruniai satu orang anak. Pada 2013, Zainudin dipercaya sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur. 

1 dari 8 halaman

Perjalanan Karir Zainudin

Berikut perjalanan karir Zainudin: 

1. Ketua Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam,1986-1987
2. Ketua Senat Mahasiswa STIE Swadaya, 1988-1990
3. Ketua Umum DPP Gema Kosgoro,1994-1998
4. PT Supra Dina Karya, Jakarta, 1993-2000
5. PT Makmur Triagung, Jakarta, 1996-1998
6. PT Surya Terang, Jakarta,1997-1998
PT Wirabuana Dwijaya Persada, Jakarta,1997-1998
7. Wasekjen DPP REI, 1998-2001
8. Wasekjen PP AMPG, 2002-2004
9. Wakil Sekretaris BIK Partai Golkar, 2002-2004
10. Ketua DPP AMPI, 2003- 2008
11. Anggota DPR-RI 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019
12. Ketua DPD Golkar Jawa Timur, 2013
13. Sekjen Partai Golkar, 2014-2015

2 dari 8 halaman

Rumah Zainudin Digeledah KPK

Dikutip dari Merdeka.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menggeledah rumah dan ruangan Zainudin di Komisi VII DPR pada Januari 2014.

Penggeledahan yang dilakukan KPK terkait terkait kasus dugaan suap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

" Namun mereka memang baru diperiksa sebagai saksi sejauh ini," ujar 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

3 dari 8 halaman

Profil Fachrul Razi, Pensiunan Jenderal Calon Menko Polhukam?

Dream - Bagi sebagian masyarakat tentu belum terlalu mengenal nama Facrul Razi, yang dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon menteri Kabinet Kerja jilid II siang ini, Selasa 22 Oktober 2019.

Fachrul Razi merupakan pensiunan jenderal dengan jabatan terakhirnya Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.

Pria kelahiran Banda Aceh pada 26 Juli 1947 itu juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan pada 1999.

Selain memiliki jabatan militer, Fachrul juga diketahui sebagai Ketua Tim Bravo 5, tim sukses yang mendukung Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Tim Bravo 5 juga diketahui ikut mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

Tim Bravo 5 berisi pensiunan jenderal yang ingin ikut mendukung Jokowi dalam gelaran pemilihan Presiden dua periode yakni 2014 dan 2019.

4 dari 8 halaman

Jabatan yang pernah diemban Fachrul Razi

Berikut beberapa jabatan yang pernah diemban oleh Fachrul Razi: 
1. Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad
2. Wakil Asisten Operasi KASAD
3. Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana
4. Gubernur Akademi Militer (1996-1997)
5. Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998)
6. Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999)[2]
7. Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999)
8. Wakil Panglima TNI (1999-2000)

Bila Ketua Umum Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan, apakah berarti Fachrul Razi menjadi Menko Polhukam? Kita lihat pengumuman Rabu besok 23 Oktober 2019. (ism) 

5 dari 8 halaman

Giliran Fachrul Razi dan Ida Fauziyah Merapat Ke Istana

Dream - Purnawirawan TNI AD, Jenderal Fachrul Razi masuk dalam radar pencarian menteri Kabinet Kerja Jilid II. Dia terlihat hadir di Istana Kepresidenan siang ini.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Tim Bravo-5 datang sekitar pukul 12.45 WIB. Dia tampil dengan kemeja putih dengan lengan panjang yang dilipat.

Tidak berselang lama, Politisi PKB Ida Fauziyah juga merapat ke Istana. Kedatangannya hanya terpaut beberapa menit dari Fachrul Razi, sekitar pukul 12.46 WIB.

Ida sempat memberikan pernyataan sebelum masuk. Dia mengaku belum tahu apa yang akan disampaikan Jokowi.

Dia sempat menyinggung aktivitasnya di bidang pemberdayaan perempuan. Tetapi, dia belum bisa memastikan apakah akan ditempatkan pada posisi menteri bidang perempuan atau tidak.

" Nanti setelah saya bertemu dengan Pak Jokowi," kata Ida.

Sumber: Merdeka.com

6 dari 8 halaman

Sri Mulyani Indrawati Tetap Jabat Menteri Keuangan

Dream - Sri Mulyani Indrawati dipastikan tetap duduk di kursi jajaran menteri kabinet baru. Presiden Joko Widodo meminta mantan direktur Bank Dunia itu untuk kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan.

" Bapak Presiden meminta saya untuk tetap menjadi Menteri Keuangan," ujar Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

Sri mengatakan perbincangannya dengan presiden terkait sejumlah hal. Beberapa di antaranya mengenai penciptaan lapangan kerja, mendorong perekonomian dan meningkatkan kualitas penciptaan kesempatan kerja serta UKM.

Selain itu, Jokowi memberikan kepercayaan penuh kepada Sri menjalankan wewenang. Terutama dalam mengeluarkan kebijakan fiskal.

" Menggunakan seluruh kebijakan fiskal di dalam membantu para menteri-menteri terkait dalam mewujudkan ketahanan ekonomi," kata dia.

Sri menjadi satu-satunya calon menteri yang terbuka mengenai posisi yang akan diembannya. Berbeda dengan calon lainnya yang masih menunggu pengumunan Jokowi.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

7 dari 8 halaman

Agus Gumiwang dan Juliari Batubara Merapat ke Istana

Dream - Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi orang ketiga yang hadir di kompleks Istana Kepresidenan.

Politisi Golkar ini tiba di Istana sekitar pukul 10.00 WIB di hari kedua penyaringan calon menteri oleh Presiden Joko Widodo, Selasa 22 Oktober.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Agus tampak berjalan dengan santai. Dia sempat melambaikan tangan namun tidak memberikan keterangan apapun.

 Agus Gumiwang dan Juliani Batubara Muncul di Istana, Bakal di Kabinet?

Agus lalu langsung menuju area pindai keamanan. Untuk kemudian menuju ruang pertemuan dengan Jokowi.

Agus pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di periode pertama pemerintahan Jokowi. Agus menggantikan Idrus Marham yang mundur karena terjerat kasus korupsi.

Beberapa saat setelah kedatangan Agus, politisi PDIP Juliari Batubara juga terlihat di Istana. 

 Juliari Batubara

Dia datang sekitar pukul 10.13 WIB, mengenakan kemeja putih lengan pendek. 

Sebelum Agus dan Juliari, terdapat dua orang yang telah tiba di Istana lebih dulu. Keduanya yaitu Sri Mulyani Indrawati dan Syahrul Yasin Limpo.

Sumber: Merdeka.com

8 dari 8 halaman

Politisi Nasdem Syahrul Yasin Limpo Menyusul ke Istana

Dream - Setelah Sri Mulyani, orang kedua yang merapa ke kompleks Istana Kepresiden yakni politisi Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo. 

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 22 Oktober 2019, sekitar pukul 09.30 WIB. 

Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah menghubungi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk bertemu dengan Presiden Jokowi hari ini. 

" Saya sudah menghubungi Pak Surya Paloh, ada panggilan. Saya diminta pakai baju putih," jelasnya.

Memang, banyak pertanyaan muncul sejak Surya Paloh menyebut Partai Nasdem siap berada di luar pemerintah.

Tetapi, Syahrul Yasin Limpo kembali menegaskan posisi Partai Nasdem di koalisi Jokowi-Maruf Amin. " Sejak 2014 Partai Nasdem, partai yang selalu bersama Pak Jokowi dan siap," ujarnya lagi. 

Mengenai posisi menteri yang bakal diembannya nanti, apakah Syahrul Yasin Limpo akan menjabat Menteri Dalam Negeri terkait pengalamannya sebagai gubernur? Belum bisa dipastikan. (ism, sumber: Merdeka.com)

 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone