Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketum PSSI Edy Rahmayadi (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum menjatuhkan sanksi kepada klub terkait insiden tewasnya suporter Persija, Haringga Sirila. PSSI masih menunggu hasil penyelidikan atas kasus tersebut.
Ketua PSSI, Edy Rahmayadi, mengatakan suatu klub dinyatakan bersalah atau tidak didasarkan dari hasil penyelidikan. Baru kemudian dijatuhkan sanksi yang tepat.
" Soal berani dan tak berani bukan itu pertanyaannya, jangan sampai mengambil keputusan 'Wah, hebat si Edy ini mengambil keputusan', tapi menghukum orang yang benar," kata Edy di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

Edy menjelaskan pada saat pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, panitia pelaksana (Panpel) telah menambah jumlah personel kepolisian sebanyak 4.000 orang. Padahal, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), satu pertandingan itu cukup dijaga oleh 1.500 personel.
" Karena sering kejadian antara Jakmania dan Bobotoh, ditingkatkan 4.000 dan kepolisian begitu ketat. Dan full perketat pengamanan di dalam. Tahu-tahu terjadi, belum pelaksanaan (pertandingan) terjadinya di luar," ucap dia.
Terkait hal ini, Edy rela disalahkan masyarakat. Tetapi sebagai pribadi, bukan Ketua PSSI.
" Salahkan Edy Rahmayadi, bukan Ketua PSSI. Kalau semua orang tak mau disalahkan, salahkan Edy Rahmayadi," ujar dia.(Sah)
Dream - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara ajang Liga 1 2018 putaran kedua. PSSI akan mengusut kasus tewasnya anggota The Jakmania, Haringga Sirila, akibat dikeroyok oknum Bobotoh pada Minggu, 23 September lalu.
" Menghentikan sementara Liga 1 senior, dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujar Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi di Jakarta, Selasa 25 September 2018.
Edy menegaskan Liga 1 tidak bisa digelar kembali jika pengusutan kasus tewasnya Haringga belum menemukan hasil pasti. Hingga saat ini, kata Edy, proses penyelidikan terus berjalan sebelum sanksi dijatuhkan kepada klub.
" Dari hasil rapat tadi, PSSI tidak serta merta memutuskan karena dalam organisasi ada Komisi Disiplin (Komdis). Komdis akan segera melakukan sidak," ucap dia.
PSSI mengaku baru memperoleh data seputar lokasi kejadian. Menurut Edy, Haringga dikeroyok dipagar kedua dari stadion.
" Kejadian di garis batas pagar kedua, yang notabenenya untuk masuk garis pagar satu itu hanya orang yang memiliki tiket dan ini TKP berada di pagar kedua," ujar dia.

Selanjunya, penghentian Liga 1 dimaksudkan untuk mendinginkan suasana terlebih dulu. Dia berharap semua pihak tidak emosi dalam mengutarakan pendapatnya.
" Tenang dulu kita, baru berpikir jernih. Tak boleh ada emosi di situ," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya