Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
テャテッツソツステδッテつソテつステャテッツソツステモテつゥ MEN
Dream - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memimpin pertemuan pertama dengan komite khusus untuk mereformasi Badan Intelejen Arab Saudi, Kamis 25 Oktober 2018. Perombakan ini diperintahkan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz, pasca pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Dikutip dari laman Arab News, Jumat 26 Oktober 2018, komite khusus akan menilai struktur organisasi Badan Intelejen Arab Saudi saat ini. Mereka juga akan mengidentifikasi setiap celah hukum, kebijakan, dan prosedur kerja.
Kasus kematian Khashoggi memancing perhatian dunia. Jurnalis yang tinggal di Amerika Serikat itu tewas di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, usai menyelesaikan dokumen perceraiannya.
Arab Saudi mengatakan, kematian Khashoggi terjadi karena `operasi nakal` oleh sekelompok orang yang bertindak di luar otoritas. Sebanyak 18 warga Saudi telah ditangkap atas kejadian ini.
Hasil dari investigasi terbaru menyebut, jaksa penuntut umum Saudi menyabut pembunuhan itu direncanakan.
" Informasi dari otoritas Saudi mengindikasikan dugaan kasus pembunuhan terhadap Khashoggi telah direncanakan," kata Jaksa Penuntut Umum, Syeikh Saud Al-Mojeb.
" Jaksa penuntut umum melanjutkan penyelidikan dengan tersangka untuk menemukan titik keadilan," ucap dia menambahkan.
Mohammed menyebut keadilan pada kasus Khashoggi. Dia menyampaikan itu saat jadi pembicara di Future Investment Initiative, di Riyadh.
" Insiden ini sangat menyakitkan bagi semua orang Sudi. Ini adalah insiden yang menjijikan, dan tidak ada yang bisa membenarkannya," ujar dia.
Mohammed juga mengatakan, saat ini Arab Saudi dan Turki bekerja sama untuk memecahkan kasus itu. Dia menggambarkan kerja sama antara kedua negara berjalan `istimewa`.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

