Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Pesulap Merah Dan Gus Samsudin (YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati)
Dream - Nama Pesulap Merah kian mencorong. Pemuda bernama Marcel Radhival itu ramai diperbincangkan setelah mendatangi Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jadab di Blitar untuk melakukan pembuktian praktik pengobatan yang ditudingnya menggunakan trik sulap.
Jalan kehidupan Marcel sebelum tenar sungguh berliku. Saat menjadi tamu pada podcast Arie Untung, dia mengaku pernah merasakan pahitnya kehidupan. Sang ayah yang terjerat riba harus kehilangan harta.
" Orangtua bangkrut, kena riba, makanya sampai sekarang saya antiriba totalitas karena pada saat SMP saya mempelajari agama, Allah berjanji riba itu pasti dihanguskan. Saya ngelihat buktinya dari bapak saya," kata Marcel.
Dulunya, kata Marcel, sang ayah adalah purnawirawan Polri. Mereka memiliki usaha rental mobil. Namun usaha tersebut akhirnya gulung tikar. " Punya tujuh mobil, habis. Gara-gara riba," kata dia.
Tidak hanya mobil, rumah mereka bahkan harus dijual untuk melunasi utang. Rumah keluarga Marcel laku Rp350 juta. Dari hasil penjualan tersebut, Rp250 juta di antaranya untuk membayar utang.
" Tadinya mikir sisa Rp150 juta. Rp200 juta bayar utang, yang Rp150 juta enggak tahu kenapa habis saja pas mau bayar rumah berikutnya, jadi buat beli makan dan sebagainya gitu," beber dia.
Kala itu keluarga Marcel benar-benar tak punya penghasilan lagi. Marcel juga merasa sulap yang dia pelajari tak mampu menanggung biaya hidup keluarganya. Sehingga saban malam, sebelum meninggalkan rumah yang dijual, Marcel selalu berdoa.
" Saya setiap malam lari ke atas genteng, ke tempat jemuran itu, malam saya doa sama Allah. Ya Allah tolong kasih kerjaan saya yang bisa menghidupkan tapi ketika saya dapat jadwal sulap bisa diambil juga. Saya nangis-nangisan," kata Marcel.
Marcel memang tak punya pilihan selain harus berjuang menghidupi keluarga. Sebab kala itu mereka hanya diberi waktu sebulan sebelum harus angkat kaki dari rumah yang dijual tersebut.
" Kalau waktu itu saya tidak berhasil menghidupi orangtua, tinggal di jalanan, pilihannya itu doang. Soalnya jual rumah buat bayar utang. Makanya saya totalitas nangis-nangis. Benar-benar duit enggak ada sama sekali," ujarnya.
Doa Marcel dikabulkan. Dia akhirnya bekerja, meskipun hanya jualan sosis goreng. " Sudah manggung di tv-tv, pakai jas-jasan dulu, dulu belum merah, dulu pas di rumah jualan sosis goreng yanag seribuan. Kebetulan kan dekat masjid," tutur Marcel.
Penghasilannya tidak besar. Sebulan hanya mampu meraup untung Rp300 ribu saja. Penghasilan itu bahkan tidak cukup untuk jajan saat berkumpul dengan teman-temannya.
" Saya doa lagi, Ya Allah ini enggak cukup buat kontrakan berikutnya. Karena kalau enggak bisa bayar kontrakan kan harus pindah tuh, saya tinggal di jalan nih," ucap Marcel.
Marcel tetap berdoa supaya diberi pekerjaan dengan penghasilan yang cukup, namun tidak mengganggu jadwal sulap ketika ada panggilan manggung. " Adalah ojek online, 2015," kata dia.
Marcel menekuni profesi sebagai sopir ojek online mulai 2015 hingga 2018. Dia bekerja keras untuk mendapat penghasilan yang lumayan. " Penghasilan Rp6 juta sampai Rp8 juta. Berangkat selesai subuh pulang jam 12 jam satu malam."
Saat itulah dia mulai bermain YouTube. Saban kamis dia libur narik ojek untuk membuat konten YouTube. " Jumat upload. gitu terus," tambah dia.
Marcel semakin eksis di dunia YouTube. Dia membuat konten seputar sulap, di antaranya membongkar praktik dukun yang melakukan pengobatan dengan trik sulap.
Marcel mengaku bulai membuat konten YouTube dengan membongkar trik pengobatan dukun, " mulai 2016."
Terbaru, Marcel mendatangi padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jadab di Blitar, Jawa Timur. Namun dia " ditolak" , sehingga tidak bisa melakukan pembuktian di hadapan sang pemilik padepokan.
Perang argumen pun berlanjut di media sosial, hingga akhirnya padepokan Gus Samsudin digeruduk warga dan ditutup sementara. Kini, Gus Samsudin tidak dibolehkan membuka praktik pengobatan di padepokan, untuk sementara.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane