Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemakaman Linda Novitasari (Foto: Pojoksatu.id)
Dream - Kejadian di luar akal terjadi setelah makaman Linda Novitasari, 23 tahun, mahasiswi Universitas Mataram (Umram) Nusa Tenggara Barat, dibongkar.
Pembongkaran tersebut diketahui untuk kepentingan autopsi guna mengungkapkan kasus kematian Linda yang diduga merupakan korban pembunuhan.
Lalu Alimudin, salah satu penjaga tempat pemakam umum (TPU) Karang Median, Kota Mataram, beberapa saat lalu bermimpi Linda meminta agar rahimnya dikembalikan.
Berdasarkan mimpi itulah, Lalu Alimudin meminta kepada kuasa hukum keluarga Linda agar mengembalikan rahim Linda.
“ Tolong kembalikan yang dibawa dari autopsi itu, pak,” kata Alimudin dalam sambungan teleponnya dengan pengacara keluarga LNS, dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram, Yan Mangandar, di Mataram, Selasa 11 Agustus 2020.
Alimudin mengatakan, permintaan itu datang dalam mimpinya pada Minggu 9 Agustus malam. Dia meyakini itu adalah isyarat dari arwah Linda yang meminta organ tubuhnya segera dikembalikan.
Setelah mendapat mimpi bertemu dengan arwah Linda, Alimudin pun jatuh sakit. “ Sejak dapat mimpi itu saya sakit. Ini saja saya masih belum sehat, pak,” ujarnya dengan nada merintih.
Selain Alimudin, tiga orang yang ikut menggali makam Linda juga dilaporkan sakit.
Begitu juga dengan Ibu Lina, salah seorang pengurus permakaman yang bermukim di TPU.
“ Senin 10 Agustus 2020, kemarin saya sempat sakit, tetapi sekarang sudah baikan. Namun, Mamiq (Lalu Alimudin) yang memang katanya didatangi dan sekarang masih belum sehat,” kata Lina.
Yan Mangandar bersama pihak keluarga Linda yang mendengar kabar tersebut, kemudian berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa.
Mengingat hasil autopsinya sudah keluar, Yan telah mendapat izin untuk mengambil organ tubuh Linda dari dokter forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.
“ Sampai rumah sakit, kami ketemu dengan dokter laboratorium patologi anatomi, dijelaskan ternyata organ yang dibawa dr Irawan itu ukurannya sangat kecil. Setelah melalui pemeriksaan, jadi tidak ada yang tersisa sama sekali,” kata Yan Mangandar.
Menindaklanjuti kabar dari rumah sakit, Yan bersama keluarga Linda langsung menyambangi makamnya.
Bahkan Yan mengaku bertemu dengan Alimudin di permakaman. Kondisinya dikatakan kurang sehat.
“ Memang dia kelihatan sedang sakit, bicara dengan kiami juga seperti orang lupa ingatan,” ujarnya pula.
“ Kami juga sudah jelaskan, mereka bingung, tadinya mereka berharap besar, bahkan siap melakukan penggalian ulang, tetapi bagaimana cara memenuhi permintaan itu, karena ini di luar kuasa kami,” ujarnya.
Pihak keluarga dikatakan telah meminta maaf kepada Alimudin beserta penggali makam yang mengalami sakit. Doa pun telah dipanjatkan di makam Linda.
“ Keluarga mendoakan agar tidak ada hal buruk yang kembali menimpa pengurus makam. Seandainya mengalami lagi, mungkin nanti kami bantu rukiah, ini memang di luar logika, kita bingung juga harus bagaimana,” kata Yan.
Autopsi jenazah Linda dilaksanakan pada Senin 3 Agustus, dengan menggali makamnya yang berada di TPU Karang Medain, Kota Mataram.
Autopsi dilaksanakan tim dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB dan Universitas Mataram.
Proses autopsi jenazah dilaksanakan sesuai dengan permintaan keluarga almarhum Linda.
Menurut pihak keluarga, ada hal yang janggal dari kematiannya hingga muncul dugaan bahwa Linda meninggal bukan disebabkan karena gantung diri.
Kejanggalan itu didapatkan mulai dari proses memandikan jenazah sampai pemakamannya di TPU Karang Medain, Kota Mataram, pada Minggu 26 Juli lalu.
Selain luka lebam, ada juga bercak darah yang keluar dari bagian bawah perut jenazah.
Karena itu dari proses autopsi tersebut, dokter forensik membawa uterus atau rahim jenazah LNS untuk diperiksa lebih lanjut.
Linda yang baru diterima sebagai mahasiswi di Program Magister Hukum Universitas Mataram itu, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu 25 Juli sore, sekitar pukul 16.30 WITA.
Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di salah satu rumah milik perwira polisi di Perumahan Royal Mataram, kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
Autopsi jenazah Linda dilaksanakan pada Senin 3 Agustus 2020, dengan menggali makamnya yang berada di TPU Karang Medain, Kota Mataram.
Autopsi dilaksanakan tim dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB dan Universitas Mataram.
Proses autopsi jenazah dilaksanakan sesuai dengan permintaan keluarga almarhum Linda.
Menurut pihak keluarga, ada hal yang janggal dari kematiannya hingga muncul dugaan bahwa Linda meninggal bukan disebabkan karena gantung diri.
Kejanggalan itu didapatkan mulai dari proses memandikan jenazah sampai pemakamannya di TPU Karang Medain, Kota Mataram, pada Minggu 26 Juli lalu.
Selain luka lebam, ada juga bercak darah yang keluar dari bagian bawah perut jenazah.
Karena itu dari proses autopsi tersebut, dokter forensik membawa uterus atau rahim jenazah LNS untuk diperiksa lebih lanjut.
Linda yang baru diterima sebagai mahasiswi di Program Magister Hukum Universitas Mataram itu, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu 25 Juli 2020 sore, sekitar pukul 16.30 WITA.
Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di salah satu rumah milik perwira polisi di Perumahan Royal Mataram, kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
“ Rumah itu milik perwira Polisi, tempat tinggalnya R. R ini pacar almarhumah,” kata Yan Mangandar, Tim Kuasa Hukum korban.
Sumber: Pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya