Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud
Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menjalani pemulihan usai operasi pengangkatan kandung empedu. Raja Salman sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Riyadh awal pekan ini.
Dikutip dari Aljazeera, Sang Raja yang mulai memerintah negara pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2015 ini akan dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari ke depan.
Raja yang juga bergelar Pelayan Dua Masjid Suci ini masuk rumah sakit karena mengalami pembengkakan pada kandung empedu.
Selama menjalani perawatan, Raja Salman tetap bekerja. Dia bahkan memimpin rapat kabinet secara online dari rumah sakit.
Raja Salman pernah menjabat sebagai Putra Mahkota dan Wakil Perdama Menteri selama 2,5 tahun mulai Juni 2012 sebelum dinobatkan sebagai raja. Dia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama lebih dari 50 tahun.
Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh. Penguasa Saudi tersebut dilaporkan mengalami pembengkakan kantung empedu.
Kantor berita resmi negara, Saudi Press Agency, mengutip pernyataan Pengadilan Kerajaan melaporkan Raja Salman tengah dirawat secara intensif. Tetapi tidak memberikan penjelasan secara rinci.
Raja Salman yang bergelar Penjaga Dua Masjid Suci ini duduk di pemerintahan sejak 2012. Pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri lalu putra mahkota sebelum dinobatkan sebagai raja.
Raja Salman juga pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama 50 tahun. Jabatan itu dijalankan sebelum masuk ke jajaran parlemen.
Secara de facto, kekuasaan akan jatuh pada putra mahkota yang saat ini dijabat oleh Pangeran Muhammad bin Salman. Selama menjabat sebagai Putra Mahkota, Pangeran Muhammad melakukan reformasi untuk tranformasi ekonomi Kerajaan dan mengakhiri ketergantungan pada minyak.
Pangeran 34 tahun yang populer di kalangan kaum muda Saudi menuai pujian publik dalam negeri karena mengurangi pembatasan sosial di kerajaan Islam konservatif tersebut. Memberikan hak lebih banyak pada wanita serta bertekad mendiversifikasi ekonomi.
Tetapi, Pangeran Muhammad juga menuai kritikan atas ulahnya dalam membungkam pembangkang dan menyingkirkan lawan. Dia menjadi bahan kritikan internasional atas kasus pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. CIA menyebut pembunuhan terjadi atas perintah Putra Mahkota.
Sumber: Aljazeera.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya