Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liputan6.com
Dream - Polisi mengumpulkan rekaman CCTV untuk menyelidiki kasus kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Rekaman yang dianalisa itu diambil dari sejumlah CCTV yang terpasang dari kantornya di Metro TV menuju ke Jalan Ulujami Raya Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mochammad Irwan Susanto, penyidik berusaha mencari tahu orang yang bersama Yodi Prabowo sebelum ditemukan tak bernyawa.
" CCTV ada banyak (yang disita), setiap jalan, kami ambil, kami proses. Semoga ada jejak di sana. Kami mintakan juga (CCTV di kantor korban dan yang terpasang di tol Pesanggrahan)," kata Irwan, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 Juli 2020.
Namun, kata Irwan, polisi menemui hambatan pada saat mempelajari beberapa rekaman CCTV. Sebab, sebagian gambar yang ditampilkan kurang jelas. Karena itu, penyidik perlu melibatkan tim laboraturium forensik.
" CCTV sedang proses uji laboratorium. Ada yang gambarnya buram, ada gambar yang bagus. Karena tidak jelasnya, kami minta bantu laboratorium dengan alat khusus sehingga mempermudah kita melihat," ucap dia.
Irwan menambahkan, kendala lain rekaman CCTV menyorot area sekitar TKP penemuan jasad Yodi Prabowo telah terhapus. " Yang sangat dekat dengan TKP itu sudah terhapus, tapi kita berupaya mencari agar terang perkara ini," ujar Irwan.
Dream - Sebelum ditemukan meninggal dunia pada 10 Juli 2020, Yodi Prabowo ingin bercerita tentang sesuatu kepada sang ibu. Namun, sebelum cerita itu disampaikan, editor Metro TV itu ditemukan meninggal dunia.
" Terakhir di rumah itu, mamanya cerita, katanya (Yodi) mau nyampein sesuatu, tapi enggak jadi," kata ayah Yodi, Suwandi, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 Juli 2020.
Yodi Prabowo juga sempat ingin bercerita kepada kekasihnya, Suci Fitri. Namun, juga urung dilakukan. Entah apa yang sedang menjadi masalah Yodi, hingga ajal menjemput, curahan hati itu masih menjadi misteri.
Sementara, dua pekan sudah polisi mengusut kasus kematian Yodi. Namun hingga saat ini polisi belum juga mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku.
" Pelaku belum ketemu, tapi saya tidak mengambil kesimpulan itu bunuh diri sekarang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, dikutip dari Liputan6.com.
Meski demikian, Ade berjanji akan mengungkapkan hasil penelidikan kasus dugaan pembunuhan ini dalam waktu dekat. Polisi akan membeberkan semua temuan yang didapat selama proses penyelidikan.
" Makanya nanti dalam waktu dekat, satu dua hari ini saya akan umumkan hasil penyelidikan dari semua sisi. Supaya tidak mengulang fakta yang kita dapatkan," tambah Ade.
Penyidik, kata Ade, akan mengungkap titik terang misteri kematian Yodi Prabowo. " Dalam waktu dekat kita akan sampaikan keseluruhan hasil penyelidikan," kata Ade.
Dream - Fakta baru kasus dugaan pembunuhan Yodi Prabowo kembali terungkap. Kini, polisi berhasil mengidentifikasi sidik jari dan DNA pada pisau yang berada di lokasi penemuan jasad editor Metro TV itu.
" Sidik jari yang ditemukan adalah sidik jari korban dan juga DNA korban sendiri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 22 Juli 2020.
Meski demikian, tambah Yusri, penyidik dan tim forensik terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh alat bukti yang ada untuk secepatnya menguak kasus ini.
" Ini masih hasil sementara. Kami masih mendalami, oleh tim labfor masih terus melakukan pendalaman. Mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan," ujarnya.
Menurut Yusri, pisau ditemukan di bawah jasad Yodi. Berdasar keterangan saksi, jasad Yodi dalam posisi tertelungkup saat ditemukan. Sebuah pisau ditemukan di bawah jasad, namun tidak menancap.
" Pada saat itu kondisi korban menurut keterangan saksi di awal dalam telungkup, di bawahnya ada pisau saat itu," kata Yusri.
Dia menambahkan, polisi telah menyortir keterangan dari 34 saksi. Dari hasil singkronisasi dengan temuan di lapangan, ada saksi yang mungkin akan diperiksa kembali.
" Ada yang bisa jadi saksi kunci di sini," kata dia.
Sementara itu, tim dokter forensik yang melakukan otopsi jasad Yodi Prabowo juga menyatakan tidak ada luka yang diakibatkan pukulan benda tumpul. Yusri menyebut, luka yang ditemukan hanyalah luka tusukan benda tajam serta sayatan.
" Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar dia.
Namun, tambah Yusri, masih terlalu dini untuk menyimpulkan kematian Yodi akibat aksi bunuh diri. " Belum bisa disimpulkan ke sana," ucap Yusri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya