Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pertambahan populasi manusia di dunia ternyata tumbuh di luar dugaan. Sebuah tim khusus yang dipimpin organisasi PBB meramalkan planet bumi akan dihuni tak kurang dari 11 miliar orang pada akhir abad ini.
Angka itu berarti dua miliar lebih banyak dari yang diperkirakan penduduk bumi pada tahun 2.100. Menggelembungnya angka tersebut sebagian besar karena tingkat kelahiran di Afrika yang lebih tinggi.
" Konsensus selama 20 tahun terakhir ini menunjukkan populasi dunia, yang saat ini sekitar tujuh miliar, akan naik menjadi sembilan miliar dan mungkin turun," kata Adrian Raftery, profesor statistik dan sosiologi di University of Washington dalam jurnal Science Amerika Serikat seperti dikutip laman Gulfnews, Minggu, 21 September 2014.
" Kami menemukan ada kemungkinan 70 persen penduduk dunia tidak akan stabil pada abad ini," tambahnya.
Penelitian ini menggunakan data populasi PBB terbaru yang dirilis pada Juli 2014. Penelitian ini menggunakan statistik Bayesian untuk menggabungkan semua informasi yang tersedia agar menghasilkan prediksi lebih baik.
Perkiraan sebelumnya biasanya mengandalkan pendapat ahli tentang bagaimana tingkat harapan hidup dan kesuburan akan berubah dari waktu ke waktu. " Proyeksi awal sangat didasarkan pada skenario, sehingga tidak ada ketidakpastian," kata ahli demografi PBB, Patrick Gerland.
Laporan PBB tersebut menemukan, sebagian besar pertumbuhan telah diantisipasi di Afrika, di mana jumlah penduduk diperkirakan akan meningkat dari satu miliar hari ini menjadi empat miliar pada akhir abad ini.
" Ada peluang 80 persen bahwa populasi di Afrika pada akhir abad ini akan menjadi antara 3,5 miliar dan 5,1 miliar orang," kata studi tersebut.
Sementara booming tambahan populasi bakal terjadi di Afrika, beberapa negara di dunia justru akan mencapai puncaknya atau malah menyusut.
Asia, yang sekarang memiliki penduduk sebanyak 4,4 miliar, diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2050 menjadi sekitar 5 miliar orang dan kemudian mulai menurun.
Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Latin dan Karibia akan tetap berada di bawah satu miliar. Semakin banyak penduduk di Bumi kemungkinan akan memperburuk masalah seperti perubahan iklim, penyakit menular dan kemiskinan.
" Penduduk, meski sudah tidak menjadi agenda utama dunia, tetap menjadi isu yang sangat penting," kata Raftery.
Dua metode yang telah terbukti menyebabkan penurunan populasi adalah kelahiran yang terkontrol dan pendidikan terhadap anak perempuan dan perempuan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya