Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal Science, menjadi religius bukan berarti orang tersebut selalu berperilaku lebih baik.
Studi itu menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah atau kualitas perbuatan moral dan amoral yang dilakukan oleh orang beragama dan tidak beragama.
Para peneliti hanya menemukan satu perbedaan, yakni orang-orang beragama merasa bangga dan bersyukur atas perbuatan baik mereka. Dan sebaliknya merasa bersalah, malu dan jijik atas perbuatan amoral mereka.
Para peneliti mengatakan orang-orang religius dan nonreligius ternyata memiliki lebih banyak kesamaan secara moral dalam kehidupan sehari-hari.
" Sepengetahuan kami, penelitian ini adalah yang pertama yang secara langsung menilai bagaimana moralitas memainkan peran dalam pengalaman hidup sehari-hari," kata Linda Skitka, psikolog University of Illinois di Chicago.
Untuk mempelajari pengalaman moralitas dan amoralitas orang dalam kehidupan sehari-hari, para peneliti mensurvei lebih dari 1.200 orang dewasa, berusia 18-68 tahun, melalui ponsel pintar mereka.
Selama tiga hari, warga AS dan Kanada menerima lima panggilan setiap hari. Mereka diminta untuk memberikan jawaban singkat sebuah kuesioner tentang tindakan moral atau amoral yang telah mereka lakukan, terima, saksikan atau dengarkan dalam satu jam terakhir.
Selain variabel agama, para peneliti juga melihat variabel pengalaman moral dan orientasi politik, serta efek moral dan amoral yang berkaitan dengan kebahagiaan individu dan tujuan hidup.
Studi ini menemukan bahwa orang-orang religius dan nonreligius berbeda hanya dalam satu hal, yakni bagaimana perbuatan moral dan amoral mempengaruhi perasaaan mereka.
Orang beragama menanggapi dengan emosi yang kuat. Mereka lebih bangga dan bersyukur atas perbuatan moral mereka dan lebih bersalah, malu dan jijik atas perbuatan amoral mereka.
Studi ini juga menemukan sedikit bukti tentang moralitas antara perbedaan orang-orang dengan haluan politik konservatif dan liberal.
" Temuan kami penting karena meskipun ada beberapa perbedaan kecil di mana liberal dan konservatif selalu menekankan prioritas moral yang berbeda, tetap saja prioritas moral yang mereka miliki lebih banyak miripnya daripada bedanya," kata Skitka.
Kedua kelompok tersebut sangat memperhatikan isu-isu seperti menyakiti/menyayangi, keadilan/ketidakadilan, kekuasaan/kepatuhan dan kejujuran/ketidakjujuran, tambah Skitka.
" Dengan mempelajari bagaimana masyarakat sendiri menggambarkan pengalaman moral dan tidak bermoral mereka tanpa rekayasa, kita telah mendapatkan pemahaman yang lebih kaya dan lebih bernuansa tentang apa yang membentuk tatanan moral dari pengalaman sehari-hari," kata Skitka.
Para peneliti berharap bisa melakukan penelitian lainnya menggunakan metode yang serupa, bukan hasil laboratorium. Hal itu untuk lebih mengeksplorasi moralitas dan psikodinamika dari rasa syukur, marah atau perasaan dikucilkan.
(Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya