Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Apa yang terjadi ketika Anda akan meninggal? Ahli kimia menjelaskan bagaimana kematian akan dirasakan oleh manusia.
Menggunakan video, para ahli kimia yang tergabung dalam American Chemical Society, memperlihatkan bagaimana senyawa kimia dalam otak manusia bereaksi saat menghadapi ketakutan dan kematian.
Dalam video itu ACS menggambarkan seorang pembunuh berantai sedang mengejar korbannya. ACS menjelaskan bagaimana senyawa kimia otak sang korban menjalani proses rumit sebelum meninggal.
Pertama, korban akan merasakan takut yang luar biasa yang membuatnya siap untuk bereaksi atau melarikan diri.
Perasaan takut dikendalikan oleh sekelompok saraf atau neuron yang disebut thalamus. Area dalam otak ini begitu sensitif terhadap stres dan bertindak sebagai sensor bagi tekanan fisik maupun psikologis.
Setelah sinyal ketakutan mencapai area periaqueductal grey, otak akan beralih ke mode waspada. Takut akan membuat korban terkejut sehingga bereaksi. Saat inilah korban mulai melihat pilihan melawan atau melarikan diri.
Reaksi itu menyebabkan kelenjar adrenal mulai memompa adrenalin. Hal ini membuat jantung berdebar kencang, pancaindra menjadi tajam dan menghasilkan energi yang besar untuk mengatasi ancaman terhadap kelangsungan hidup korban.
Jika ancaman tersebut begitu kuat, korban mungkin akan merespon dengan diam. Ini bisa diartikan otak mengalami kewalahan untuk berpikir atau sebagai cara untuk bersembunyi dari pembunuh berantai.
Namun jika korban berhasil menjauh dari pembunuh berantai, dia mungkin akan mulai menjerit.
"Tidak seperti jeritan normal, dorongan menjerit ini berasal dari saraf telinga yang meneruskannya ke amigdala, yang merupakan pusat darurat otak," papar video tersebut.
Jika pembunuh berantai berhasil melukai korban dengan parah, maka dia akan merasakan kesakitan yang luar biasa.
Ketika terluka parah, neuron bernama nociceptors akan mengirim pesan ke otak yang sebelumnya ditampung oleh thalamus.
Thalamus kemudian memberitahu otak untuk melakukan apa pun untuk bertahan hidup. Meski dalam video korban dicontohkan akhirnya meninggal.
"Saat ini korban tergeletak di lantai dan secara klinis dinyatakan meninggal."
Namun jika bagian otak tidak mengalami kerusakan yang fatal, otak korban masih tetap bisa bekerja.
Menurut beberapa penelitian terbaru, saat kondisi seperti itu, otak seperti mengalami saat-saat terakhir yang dikaitkan dengan kesadaran.
Beberapa yakin inilah yang sering disebut pengalaman hampir meninggal. Setelah beberapa saat kemudian, barulah korban benar-benar dinyatakan telah meninggal.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran



Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Tak Selalu Bawa Sajadah, Inisiatif Ini Bantu Jamaah Salat Jumat Lebih Nyaman

Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Pantat Terasa Nyeri Bukan Selalu karena Salah Duduk, Bisa Jadi Ini Penyebabnya