BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Pemerintah Hentikan Sementara Pemakaian AstraZeneca Batch CTMAV547 Sampai Hasil Uji Ulang Keamanan
Dream – Pemerintah menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547 dalam program vaksinasi nasional. Langkah penghentian merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan vaksin yang diberikan kepada masyarakat.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, uji ulang keamanan vaksin khusus untuk batch tersebut dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
" Selama penghentian ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) akan melakukan pengujian toksisitas dan sterilitas untuk memastikan keamanan vaksin," ungkap Prof Wiku dalam keterangan pers di Graha BNPB, yang juga disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Lebih lanjut, Prof Wiku Adisasmito menerangkan tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan penggunaannya. Vaksin AstraZeneca yang dihentikan hanyalah batch nomor CTMAV547 saja. Sementara batch yang lain masih bisa digunakan dalam program vaksinasi nasional.
Pemberian terutama diberikan bagi masyarakat yang baru satu kali menerima dosis vaksin. Hal ini demi mencapai kekebalan individu yang sempurna dengan dosis vaksin kedua.
Meski sudah ada penelitian yang menyatakan penggunaan vaksin yang berbeda bisa dilakukan, pemerintah belum berencana mengganti vaksin AstraZeneca untuk penerima vaksinasi pertama.
Sementara terkait efek vaksinasinya, Indonesia selalu melakukan pengawasan terhadap Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang ada di lapangan.
Perlu diingat kembali, masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi Covid-19 tidak mengurangi peluang sakit atau kematian akibat faktor lainnya yang mungkin sudah dimiliki sebelumnya oleh penerima vaksin.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
